Show simple item record

dc.creatorRustika, Rustika
dc.date1986
dc.date.accessioned2018-06-28T12:42:55Z
dc.date.available2018-06-28T12:42:55Z
dc.identifierRustika, Rustika (1986) Survei Hypertensi di Perumnas Depok I. Project Report. Pusat Penelitian dan Pengembangann Penyakit Tidak Menular.
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/18898
dc.descriptionDengan berhasilnya usaha-usaha pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular dan makin bertambahnya harapan hidup penduduk Indonesia maka dapat diperkirakan penyakit kronis antara lain jantung akan menjadi masalah keehatan yang besar. Hypertensi adalah salah satu penyakit kardiovaskuler yang penting. Tujuan survei adalah untuk mengetahui besarnya masalah hypertensi di Perumnas Depok dan Upaya penanggulangannya. Dari 113 responden dengan hypertensi yang tidak dapat dihubungi sebanyak 23 orang, dengan perincian 14 orang pindah rumah, 1 orang dirawat dan 8 orang telah meninggal dunia. Sedangkan dari yang tidak hypertensi ada 10 orang yang tidak dapat dihubungi, 8 orang pindah dan 2 orang menjalani tugas keluar kota. Dari yang tidak hypertensi yang merokok sebesar 6,67% (6 orang), jenis rokok yang dihisap terbanyak adalah rokok kretek 83,33% dan sisanya merokok putih (16,67%). Banyaknya rokok yang dihisap per hari memperlihatkan hasil yang sama untuk 1 sampai 10 batang. Sebelas sampai 20 batang, dan yang lebih dari 20 batang per hari sebesar 33,33%. Sedangkan lamanya merokok memperlihatkan hasil pada yang merokok lebih dari 5 tahun merupakan frekuensi yang terbanyak 83,33% dan sisanya yaitu sebesar 33,33% menunjukkan lamanya merokok kurang dari 5 tahun. Yang mengetahui cara pengobatan hypertensi memperlihatkan frekuensi 25,6%. Dari yang mengetahui dirinya hypertensi frekuensi terbanyak pada yang berobat berhenti apabila tidak ada gejala 48,9%, sebanyak 33,3% yang berobat dengan teratur, 15,6% memperlihatkan cara berobat cukup satu atau dua kali saja, dan 2,2 % berobat dengan cara lain-lain yaitu dengan mengobati sendiri. Alasan responden berobat tidak teratur yang terbanyak mengakui tidak ada gejala 60%, biaya mahal 4,4% dan tidak ada waktu untuk berobat serta mengobati sendiri memperlihatkan hasil yang sama sebesar 2,2%. Tempat di mana responden berobat, frekuensi yang terbanyak 48,9% di Puskesmas, 18,9% di Rumah Sakit, 16,7% berobat ke dokter swasta, 12,2% berobat di dokter kantor serta paramedis, berobat sendiri dan lain-lain masing-masing memperlihatkan frekuensi 1,1%. Yang mengetahui komplikasi dari hypertensi hanya ada 15,5% sedangkan 84,4% tidak mengetahui komplikasi dari hypertensi.
dc.publisherPusat Penelitian dan Pengembangann Penyakit Tidak Menular
dc.relationhttp://repository.litbang.kemkes.go.id/41/
dc.subjectWG 200-460 Heart. Heart Diseases
dc.titleSurvei Hypertensi di Perumnas Depok I
dc.typeMonograph
dc.typeNonPeerReviewed


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record