Show simple item record

dc.creatorSutopo, Utoyo
dc.date1986
dc.date.accessioned2018-06-28T12:42:59Z
dc.date.available2018-06-28T12:42:59Z
dc.identifierSutopo, Utoyo (1986) Penelitian Beban Kerja Pelayanan Spesilistik Bedah Mulut pada Rumah Sakit Kelas A dan B. Project Report. Pusat Penelitian dan Pengembangann Penyakit Tidak Menular.
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/18935
dc.descriptionDari penelitian ini diperoleh hasil sebagai berikut: 1. a. Berdasarkan benyaknya jumlah kunjungan terlihat bahwa, frekuensi tindakan bedah mulut kecil/rawat jalan lebih besar (86%) dibandingkan dengan tindakan bedah mulut besar/rawat mondok (14,6%). b. Selama tahun 1986 didapatkan rata-rata 4 kali tindakan bedah mulut kecil/rawat jalan dan 0,7 kali tindakan bedah multu besar/rawat mondok per hari per Rumah Sakit. 2. Berdasarkan diagnosis kasus bedah mulut, selama tahun 1986 didapatkan : distrubances tooth eruption 25,4%; cleft palate and cleft lip 21,7%;pulp and periapical tissues 7,7%; gingival and periodontal diseases 7,7%;malignant neoplasm 4,7%; mucoce;e 3,7%; dvelopment odontogenic cyst 2,1%; serta benign neoplasm 1,9%. 3. Selama tahun 1986, tindakan bedah mulut yang dilaksanakan di RS kelas A dan B adalah sebagai berikut: pembuangan gigi dengan pembedahan (impacted teeth) 27,7%; pembedahan lain pada gusi (epulis) 11,8%; reposisi plastik mulut 12,2%; palatoplasty 7,2%; faktur RA/RB 5,5%; alveolectomy 4,7%; pembedahan plastik pada gigi dan mulut luar 4%; Eksisikista dan pencabutan gigi dengan tang 3,3%. 4. Dari 101 kompetisi tindakan bedah yang dimiliki oleh Drg. ABM yang diperoleh dalam pendidikannya (berdasarkan kurikulum pendidikan Drg Sp 1) didapatkan gambaran opersionalnya sbb: a. Penanganan tindakan bedah mulut: - Drg dan Drg plus : 87% dari keseluhran 101 kompetisi - Drg-ABM : 97% dari keseluruhan 101 kompetisi - Dr-Ahli bedah : 57% dari keseluruhan 101 kompetisi. b. Frekuensi penanganan: - Pada umumnya Drg-ABM menangani hampir semua kasus lebih frekwen dari pada tenaga lain. - Dr-Ahli Bedah menangani skin graft dan schizis lebih frekwen dari tenaga lain. c. Frekwensi kasus: - Kasus yang paling frekwen/lwbih dari 20 kasus per bulan tercatat: - dilaksanakan oleh Drg dan Drg plus sebanyak 4 kasus. - dilaksanakan oleh Drg-ABM sebanyak 14 kasus. - dilaksanakan oleh Dr-Ahli bedah/THT sebanyak 9 kasus. d. Pembedahan dilakukan oleh Dr-Ahli dengan frekwensi lebih besar dari tenaga lain adalah : labio/palato/gnatoschizis, sialothiasis dan kista bronchial/thyreoglossal.
dc.publisherPusat Penelitian dan Pengembangann Penyakit Tidak Menular
dc.relationhttp://repository.litbang.kemkes.go.id/88/
dc.subjectWU 140-166 Diseases. Injuries. Technology. Therapeutics
dc.titlePenelitian Beban Kerja Pelayanan Spesilistik Bedah Mulut pada Rumah Sakit Kelas A dan B
dc.typeMonograph
dc.typeNonPeerReviewed


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record