Show simple item record

dc.creatorWahono, Tri
dc.creatorPrasetyowati, Heni
dc.creatorYuliasih, Yuneu
dc.date2011
dc.date.accessioned2018-06-28T12:44:49Z
dc.date.available2018-06-28T12:44:49Z
dc.identifierWahono, Tri and Prasetyowati, Heni and Yuliasih, Yuneu (2011) Limfosit Plasma Biru Pada Penderita Demam Berdarah Dengue Di Kota Tasikmalaya. Project Report. Loka Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) Ciamis.
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/19566
dc.descriptionLimfosit Plasma Biru (LPB) merupakan teknik yang dapat digunakan sebagai pertanda untuk memilahkan infeksi dengue dan non-dengue. Selain itu pemeriksaan ini dapat membantu diagnosis dini Demam Berdarah Dengue (DBD) agar bisa dilakukan penanganan yang lebih cepat sehingga tidak terjadi komplikasi lebih lanjut. Oleh sebab itu perlu dipelajari keberadaan LPB pada penderita DBD. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan LPB pada penderita DBD. Sampel pada penelitian ini adalah penderita DBD yang ada di RSUD Kota Tasikmalaya dan telah dikonfirmasi dengan uji serologis. Semua penderita DBD yang sudah dikonfirmasi dibuat apusan darah tipis kemudian dilakukan pewarnaan Giemsa untuk mendeteksi adanya LPB. Preparat kemudian diperiksa dibawah mikroskop pembesaran 100x untuk menghitung prosentase limfosit plasma biru/100 leukosit. Batasan abnormal LPB adalah >4%. Hubungan prosentase LPB dengan jenis kelamin, usia dan keparahan diperiksa dengan Chi Square Test. Berdasar hasil penelitian diperoleh prosentase keberadaan LPB dari sampel yang diambil sebesar 87% (55 sampel positif dari 63 sampel yang diambil). Sedangkan pada sampel yang dianalisis diperoleh prosentase keberadaan LPB pada penderita DBD sebesar 89% (33 sampel positif dari 37 sampel yang dianalisis). Hubungan LPB dengan jenis kelamin, diperoleh basil yang tidak berbeda nyata dengan nilai p sebesar 0,962 (n=63) dan 0,955 (n=37). Pada hubungan LPB dengan usia dan derajat keparahan juga diperoleh hasil yang tidak berbeda nyata dengan nilai p sebesar 0,746 dan 0.596 dengan n sampel = 37. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa umumnya (87-89%) darah tepi subyek DBD mengandung LPB >4% dan LPB positif dapat digunakan sebagai salah satu penanda kasus DBD.
dc.publisherLoka Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) Ciamis
dc.relationhttp://repository.litbang.kemkes.go.id/847/
dc.subjectWC 500-590 Virus Diseases
dc.titleLimfosit Plasma Biru Pada Penderita Demam Berdarah Dengue Di Kota Tasikmalaya
dc.typeMonograph
dc.typeNonPeerReviewed


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record