Show simple item record

dc.creatorBudijanto, Didik
dc.creatorHandayani, Lestari
dc.creatorSeputro, Gurindro
dc.date2010
dc.date.accessioned2018-06-28T12:44:57Z
dc.date.available2018-06-28T12:44:57Z
dc.identifierBudijanto, Didik and Handayani, Lestari and Seputro, Gurindro (2010) Assesment Faktor Yang Mempengaruhi Kemauan Dokter Dan Dokter Gigi Menjadi Tenaga Medis TNI. Project Report. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem dan Kebijakan Kesehatan.
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/19614
dc.descriptionDalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1540/Menkes/SK/XI/2002 tentang penempatan tenaga medis melalui masa bakti dan cara lain, dimana untuk mencukupi kebutuhan tenaga tersebut, metode penempatan dapat melalui kontrak kerja. Dari data Departemen Kesehatan tahun 2006 jumlah rumah sakit adalah 1292 dengan jumlah tempat tidur 451, diantaranya untuk rumah sakit TNI/Polri 104 dengan total tempat tidur 10877 tempat tidur. Dengan proporsi jumlah penduduk yang lebih dari 200 juta, maka alokasi tenaga medis masih kurang memadai. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa proporsi tenaga kesehatan banyak didominasi pada daerah perkotaan dan kurang diminati untuk daerah pedesaan. Disisi lain dengan lokasi RS TNI yang cenderung pada daerah perkotaan, menjadi peminatan tenaga medis dalam pencarian alokasi penempatan, baik dengan sistem kontrak maupun penempatan secara langsung. Akan tetapi dengan adanya wajib kerja yang sifatnya mengikat (sanggup ditempatkan di wilayah Indonesia), maka satu hal inilah yang kemungkinan mendasari peminatan tenaga medis memberikan prioritas pilihan pada rumah sakit TNI, kendati lokasinya ada di perkotaan. Mabes TNI mencatat, minat dokter untuk mendaftar sebagai perwira TNI belakangan ini cenderung menurun. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat para kandidat dokter dan dokter gigi serta faktor yang mendorongnya menjadi tenaga medis di TNI. Disain penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif eksplorasi. Di dalam studi eksploratif ini daerah yang dipilih adalah Surabaya, Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Makassar dan Medan. Waktu penelitian selama 3 bulan. Didalam penelitian ini populasi target yang digunakan terdiri dari 3 kelompok yaitu (1) mahasiswa FK dan FKG semester terakhir (2) dokter dan dokter gigi tingkat awal di RS TNI (3) Direktur atau Manajemen RS TNI. Hasil pengumpulan data mahasiswa terlihat bahwa 28% menyatakan ingin menjadi tenaga medis TNI dan sisanya 72% menyatakan tidak ingin menjadi tenaga medis TNI. Alasan tidak ingin menjadi tenaga medis TNI: sifat kerja berpindah-pindah (68.81%), resiko pekerjaan tinggi (45.88%), suasana kerja ketat (42,78%), keluarga tidak mendukung (42.29%), kurang bergengsi (8.25%) dan ijin praktik sulit (17.78%). Sementara alasan ingin menjadi tenaga medis TNI: pekerjaan mulia (78.47%), penuh tantangan (73.51%), keluarga mendukung (60.26%) dan jenjang spesialis cepat (60.26%). Sedangkan dokter dan dokter gigi yang sudah menjadi tenaga medis di RS TNI, menurut mereka faktor yang mendorong menjadi tenaga medis TNI adalah keluarga mendukung, jelas tupoksinya dan lingkungan kerja disiplin.
dc.publisherPusat Penelitian dan Pengembangan Sistem dan Kebijakan Kesehatan
dc.relationhttp://repository.litbang.kemkes.go.id/910/
dc.subjectWU 100-113.7 Anatomy. Physiology. Hygiene
dc.titleAssesment Faktor Yang Mempengaruhi Kemauan Dokter Dan Dokter Gigi Menjadi Tenaga Medis TNI
dc.typeMonograph
dc.typeNonPeerReviewed


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record