Show simple item record

dc.creatorMangara, Simanjuntak Gindo
dc.date2003
dc.date.accessioned2018-06-28T12:47:14Z
dc.date.available2018-06-28T12:47:14Z
dc.identifierMangara, Simanjuntak Gindo (2003) Studi Lingkungan Penyebab Berulangnya Wabah Anthrax di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Project Report. Pusat Penelitian dan Pengembangan Ekologi dan Status Kesehatan.
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/20413
dc.descriptionStudi ekologi tentang berulangnya wabah anthrax dalam dekade terakhir ini, telah dilaksanakan di kecamatan Cibinong, Citeureup dan Babakan Madang di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Penelitian ini mencakup wawancara kepasa pemilik ternak rentan penyakit Anthrax dan status kekebalan ternak mereka terhadap penyakit anthrax. Penelitian dirancang dengan cross sectional studies dimana penentuan objek penelitian adalah dengan purposive random sampling method. Dari sebanyak 300 responden pemilik ternak, dapat diketahui bahwa rata rata kepemilikan ternak adalah 8 ekor perkeluarga. System back yard forming dengan skala kecil, namun ternak mempunyai nilai ekonomis yang menunjang hidup para peternak secara bermakna. Pengetahuan serta sikap peternak dalam menjaga kesehatan ternaknya cukup tinggi yakni mencapai 70 % dari jumlah responden, yang memiliki pendidikan formal adalah 253 orang (84,3%) responden. Sebesar 72,6 % peternak mempunyai pendapatan kurang dari Rp. 3.600.000,-/Tahun, dan 65,7 % dari mereka mempunyai televisi, demikian juga 45,7% memiliki radio, dan 48,0 % dari mereka mempunyai bangunan rumah dengan ukuran antara 50 - 70 m2 yang dibangun pada rata-rata luas tanah antara 50 hingga 150 m2. Ternak mereka terutama kambing dan domba yang divaksinasi anthrax pada tahun 2001 mencapai 12,6 %, tetapi meningkat hingga 66,3% (398 ekor) pada tahun 2002. Dari 398 ekor ternak yang divaksinasi, ternyata yang mempunyai anti body protektif adalah 7 (1,6%) ekor saja. Efek samping berupa kematian mendadak pasca vaksinasi ataupun menderita shock serta bisul bernanah dilokasi suntikan menyebabkan peternak menolak ternak mereka divaksinasi oleh para petugas. Efek samping vaksin diatasi petugas dengan menurunkan dosis vaksin, namun efek menimbulkan anti body yang protektif perlu dipertanyakan. Kajian mutu vaksin, serta penataan sikap masyarakat dalam usaha penanggulangan anthrax perlu dikaji ulang.
dc.publisherPusat Penelitian dan Pengembangan Ekologi dan Status Kesehatan
dc.relationhttp://repository.litbang.kemkes.go.id/1819/
dc.subjectWC 195-425 Infection. Bacterial Infections
dc.titleStudi Lingkungan Penyebab Berulangnya Wabah Anthrax di Kabupaten Bogor, Jawa Barat
dc.typeMonograph
dc.typeNonPeerReviewed


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record