Show simple item record

dc.creatorPrihatini, Sri
dc.date2002
dc.date.accessioned2018-06-28T12:47:25Z
dc.date.available2018-06-28T12:47:25Z
dc.identifierPrihatini, Sri (2002) Pengaruh Status Gizi terhadap Kadar Yodium Urin setelah Pemberian Kapsul Minyak Beryodium pada Anak Sekolah Dasar di Daerah Gondok Endemik. Project Report. Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi dan Makanan.
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/20470
dc.descriptionPenelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh status gizi terhadap kadar yodium urin setelah pemberian kapsul minyak beryodium pada anak sekolah dasar di daerah gondok endemik. Rancangan penelitian adalah kohort prospektif, dengan status gizi sebagai faktor resiko. Populasi penelitian adalah murid sekolah dasar usia 6?10 tahun di tiga desa di Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat. Sampel penelitian dibagi ke dalam dua kelompok yaitu; (a) kelompok anak gizi kurang sebagai kelompok terpapar (n=47) dan (b) kelompok anak gizi baik sebagai kelompok tidak terpapar (n=58). Data yang dikumpulkan meliputi, berat badan, tinggi badan, ketebalan lemak bawah kulit (skinfold), kadar yodium urin, pembesaran kelenjar gondok, keadaan cacing, konsumsi egergi dan protein, konsumsi garam dan kejadian diare dan jumlah urin selama 3 hari. Uji beda T dilakukan untuk mengetahui perbedaan jumlah yodium yang hilang selama 3 hari setelah pemberian kapsul, regresi logistik ganda untuk mengetahui pengaruh status gizi dan faktor lainnya terhadap kecukupan yodium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata jumlah yodium yang dikeluarkan melalui urin selama tiga hari, lebih tinggi pada kelompok gizi kurang yaitu 27,1% dibandingkan kelompok gizi baik yaitu 25,5% namun perbedaannya tidak berbeda bermakna (p>0,05). Median kadar yodium urin setelah 6 bulan pemberian kapsul beryodium, yaitu 87 micron g/l pada kelompok gizi kurang dan 110 micron g/, pada kelompok gizi baik dan berbeda bermakna (p<0,05). Dengan batas kecukupan yodium 100 micron g/l, setelah 6 bulan pemerian kapsul yodium, 69% anak gizi kurang dan 30,2% anak gigi baik sudah mengalami defisiensi yodium ringan (p<0,05). Dari penelitian ini disimpulkan bahwa rata-rata jumlah yodium yang dikeluarkan dalam urin selama 3 hari pada anak gizi kurang lebih tinggi dibandingkan anak gizi baik, tetapi tidak berbeda bermakna. Anak status gizi kurang (BB/TB) mempunyai resiko kekurangan yodium lebih besar dari anak bergizi baik setelah 6 bulan pemberian kapsul yodium. Resiko pada anak laki-laki gizi kurang lebih besar dari perempuan.
dc.publisherPusat Penelitian dan Pengembangan Gizi dan Makanan
dc.relationhttp://repository.litbang.kemkes.go.id/1890/
dc.subjectQV 270-285 Water. Electrolytes
dc.titlePengaruh Status Gizi terhadap Kadar Yodium Urin setelah Pemberian Kapsul Minyak Beryodium pada Anak Sekolah Dasar di Daerah Gondok Endemik
dc.typeMonograph
dc.typeNonPeerReviewed


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record