Show simple item record

dc.creatorWulansari, Suci
dc.date2008
dc.date.accessioned2018-06-28T12:47:29Z
dc.date.available2018-06-28T12:47:29Z
dc.identifierWulansari, Suci (2008) Analisis Pembiayaan untuk Upaya Promosi Kesehatan Masyarakat di Puskesmas. Project Report. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem dan Kebijakan Kesehatan.
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/20497
dc.descriptionSesuai dengan salah satu Grand Strategy Depkes RI yaitu bahwa pembangunan kesehatan harus lebih mengutamakan upaya promotif preventif tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif. Program promosi kesehatan merupakan salah satu upaya promotif preventif yang wajib dilaksanakan oleh puskesmas. Pemerintah diharapkan mengalokasikan dana yang optimal untuk pelaksanaan program tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembiayaan upaya promosi kesehatan masyarakat di puskesmas. Daerah penelitian adalah kota Madiun dan Kabupaten Ngawi, masing-masing kota/kabupaten diambil 2 puskesmas. Pengumpulan data secara cross sectional menggunakan pedoman wawancara, format biaya, dan data sekunder puskesmas. PHBS menjadi prioritas utama kegiatan promkes di Dinkes Madiun dan Ngawi, termasuk di puskesmas. Dinkes Ngawi masih kurang memfasilitasi pembiayaan promkes, hal ini ditunjukkan dari besaran prosentase anggaran program promkes puskesmas yang kurang dari 10% dari total anggaran yankesdas. Kebijakan dinkes Madiun sudah sangat mendukung pembiayaan promkes, yang ditunjukkan dengan alokasi anggaran promkes adalah terbesar dibanding program lainnya. Kebutuhan biaya promkes terbesar terdapat pada Puskesmas Padas yaitu Rp 39.229.709. Hal ini dipengaruhi oleh tingginya biaya investasi karena jumlah dan prosentase pengunaan peralatan dan kendaraan untuk promkes Puskesmas Padas cukup besar. Jumlah kebutuhan biaya promkes di Puskesmas Demangan Rp 18.841.840, Puskesmas Oro oro Ombo Rp 18.630.420, dan Puskesmas Ngawi sebesar Rp 7.545.113. Biaya investasi peralatan promkes masih belum difasilitasi oleh Dinkes di kedua daerah. Biaya operasional di Madiun sudah lebih besar dari pada di Ngawi dengan kegiatan yang lebih terencana. Keterbatasan dana untuk promkes, diantisipasi dengan menggunakan anggaran puskesmas dan JPKMM serta penggabungan kegiatan promkes dengan program lain yang didukung oleh kreativitas dan inovasi puskesmas.
dc.publisherPusat Penelitian dan Pengembangan Sistem dan Kebijakan Kesehatan
dc.relationhttp://repository.litbang.kemkes.go.id/1927/
dc.subjectW 74-80 Medical Economics
dc.titleAnalisis Pembiayaan untuk Upaya Promosi Kesehatan Masyarakat di Puskesmas
dc.typeMonograph
dc.typeNonPeerReviewed


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record