Show simple item record

dc.creatorSumartono, Wasis
dc.date2009
dc.date.accessioned2018-06-28T12:47:48Z
dc.date.available2018-06-28T12:47:48Z
dc.identifierSumartono, Wasis (2009) Konsekwensi Kesehatan Merokok. Project Report. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem dan Kebijakan Kesehatan.
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/20603
dc.descriptionUntuk mengkonfirmasi kebenaran hasil-hasil penelitian di luar negeri bahwa merokok meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung pembuluh darah, kanker bibir mulut dan tenggorokan, kanker paru-paru, kencing manis, hipertensi, stroke, katarak, gangguan mental emosional, ketidakaktifan fisik, karies gigi, telah dilakukan analisis lanjut konsekwensi kesehatan merokok pada data responden Riskesdas 2007 laki-laki umur 45 tahun keatas. Karena penyakit dan perilaku berrisiko yang berkaitan dengan merokok merupakan kondisi yang berfaktor banyak (multi-faktorial) variabel independen lain selain dari merokok diikutsertakan dalam analisis ajusted odd rationya. Perilaku merokok sendiri dibagi atas status merokok (tidak pernah merokok, mantan perokok, perokok < 20 batang sehari dan perokok > 20 batang sehari), lama merokok (0 tahun atau tak pernah merokok, merokok < 10 tahun, merokok 10-20 tahun dan > 20 tahun) dan jenis rokok yang dihisap (rokok kretek, campur dan non kretek). Hasil analisis menunjukkan bahwa merokok meninggikan risiko terjadinya penyakit jantung pada kelompok responden yang pernah didiagnosa penyakit jantung oleh tenaga kesehatan, yaitu sebesar sekitar 2 kalinya. Kesimpulan ini didasarkan pada temuan bahwa prevalensi penyakit jantung pada mantan perokok (5.82 %) lebih dari 2 kali prevalensi pada yang tidak pernah merokok (2.51 %) dan adjusted odd rationya 4.19 (dengan kisaran 2.18-8.06) kali. Namun analisis lanjut ini belum dapat membuktikan kebenaran hasil-hasil penelitian di luar negeri yang menunjukkan merokok meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, kencing manis, kanker, hipertensi dan stroke dikarenakan disain penelitiannya memang tidak memungkinkan untuk menghasilkan kesimpulan tentang hal itu. Diperlukan studi Kohort prospektif untuk melakukan kajian morbiditas dan mortalitas yang berkaitan dengan merokok yang dilakukan secara kohort prospektif untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian yang belum terjawab penelitian ini.
dc.publisherPusat Penelitian dan Pengembangan Sistem dan Kebijakan Kesehatan
dc.relationhttp://repository.litbang.kemkes.go.id/2083/
dc.subjectWM 300-308 Intellectual Disability
dc.titleKonsekwensi Kesehatan Merokok
dc.typeMonograph
dc.typeNonPeerReviewed


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record