Show simple item record

dc.creatorMusadad, D. Anwar
dc.creatorAnwar, Athena
dc.creatorMardiana,
dc.creatorMunif, Amrul
dc.date2010
dc.date.accessioned2018-06-28T12:48:07Z
dc.date.available2018-06-28T12:48:07Z
dc.identifierMusadad, D. Anwar and Anwar, Athena and Mardiana, and Munif, Amrul (2010) PENELITIAN DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP POLA PENYAKIT DI BEBERAPA PROPINSI DI INDONESIA. Project Report. Pusat Penelitian dan Pengembangan Ekologi dan Status Kesehatan.
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/20706
dc.descriptionPerubahan iklim memiliki potensi dampak terhadap kesehatan masyarakat, baik dampak langsung karena peningkatan suhu bumi maupun dampak tidak langsung berupa meningkatnya kejadian penyakit yang terkait iklim seperti malaria, DBD, ISPA, dan diare. Sampai saat ini belum diketahui sejauhmana perubahan iklim di Indonesia telah berdampak terhadap kesehatan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan penyakit tersebut. Penelitian tentang gambaran antara pola penyakit diare, malaria, DBD, dan ISPA dengan parameter iklim (curah hujan dan temperatur) telah dilakukan di Kabupaten Padang Pariaman dan Pesisir Selatan (Provinsi Sumatera Barat), Kabupaten Bintan dan Kota Batam (Provinsi Kepulauan Riau), Kabupaten Pandeglang dan Serang (Provinsi Banten), Kabupaten Kapuas dan Kota Waringin Timur (Kalimantan Tengah), Kabupaten Poso dan Banggai (Sulawesi Tengah), Kota Kupang dan Kabupaten Sumba Barat (Provinsi Nusa Tenggara Timur). Jenis penelitian adalah non-intervensi, dengan disain retrospektif. Sebagai responden adalah petugas kesehatan provinsi, kabupaten/kota dan puskesmas terpilih. Data yang dikumpulkan meliputi data demografi, kualitas air dan udara, kejadian penyakit (malaria, DBD, ISPA, dan diare) dalam 15 tahun terakhir (1995-2010) yang dikumpulkan dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota terpilih serta iklim (curah hujan, suhu dan kelembaban) dari Stasiun Meteorologi dan Klimatologi. Hasil menunjukkan bahwa data penyakit dan iklim di daerah penelitian sangat bervariasi ketersediaannya antara 5 sampai dengan 10 tahun. Begitu pula data demografi yang digunakan sebagai denominator penghitungan kejadian penyakit tidak tersedia secara lengkap dan tidak setiap tahun tersedia. Ketersediaan data demografi, iklim dan penyakit yang terbatas menyebabkan keterbatasan dalam analisis data. Dari penelitian awal ini menunjukkan bahwa ketersediaan dan keakuratan data di level kabupaten/kota masih terbatas, sehingga analisis hubungan iklim dan kecenderungan beberapa penyakit belum menunjukkan pola yang jelas. Walaupun demikian di beberapa wilayah seperti Banggai, Bintan dan Serang pola hubungan kejadian DBD dengan curah hujan menunjukkan pola yang jelas.
dc.publisherPusat Penelitian dan Pengembangan Ekologi dan Status Kesehatan
dc.relationhttp://repository.litbang.kemkes.go.id/2202/
dc.subjectWA 1-106 Reference Works. General Works
dc.titlePENELITIAN DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP POLA PENYAKIT DI BEBERAPA PROPINSI DI INDONESIA
dc.typeMonograph
dc.typeNonPeerReviewed


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record