Show simple item record

dc.creatorPermanasari, ,, Yurista
dc.creatorLuciasari, Erna
dc.creatorPurwanto, Bambang
dc.date2008
dc.date.accessioned2018-06-28T12:48:13Z
dc.date.available2018-06-28T12:48:13Z
dc.identifierPermanasari, ,, Yurista and Luciasari, Erna and Purwanto, Bambang (2008) HUBUNGAN PHBS DENGAN KEJADIAN DIARE DAN KAITANNYA DENGAN STATUS GIZI BALITA DI INDONESIA. Project Report. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/20744
dc.descriptionTingginya angka prevalensi gizi kurang pada balita di Indonesia merupakan masalah yang masih harus dicari pemecahannya. Kejadian diare merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan balita mengalami kekurangan gizi. Banyak faktor yang terkait dengan tingginya kejadian diare di Indonesia, terutama pada balita, antara lain pelaksanaan PHBS yaitu kebiasaan mencuci tangan, tempat buang air besar, dan ketersediaan air bersih. Tujuan analisis data sekunder riskesdas 2007 ini secara umum untuk mengetahui hubungan PHBS dengan diare dan kaitannya dengan status gizi balita sehingga diharapkan dapat bermanfaat untuk menurunkan angka prevalensi gizi kurang dengan cara pencegahan terhadap diare yaitu dengan penerapan PHBS pada kehidupan sehari-hari. Data akan dianalisis secara deskriptif dan analitik meliputi analisis univariate, bivariate, dan multivariate dengan regresi logistik untuk melihat variabel-variabel yang dapat digunakan sebagai prediksi terhadap kejadian diare dan untuk melihat hubungan kejadian diare dengan status gizi balita serta seberapa besar resikonya. Dari basil uji analisis multivariate antara variabel-variabel independent yaitu PHBS dan karakteristik demografi dengan kejadian diare pada balita terlihat bahwa tidak semua variabel-variabel independent yang dianalisis mempunyai resiko terhadap kejadian diare. Dalam hal ini variabel yang mempunyai resiko terhadap kejadian diare ialah tempat buang air besar, Pencemaran disekitar sumber air dalam radiaus <l0 m, kemudahan memperoleh air, kualitas fisik air minum, sarana penampungan air minum sebelum dimasak yang menggunakan wadah/tandon terbuka, dan pendidikan ibu. Dari variabel tersebut berturut-turut yang mempunyai resiko besar terhadap kejadian diare ialah pendidikan ibu (OR=1,4), kualitas fisik air minum (OR=l,22), dan tempat buang air besar (OR=l,21). Dalam hal uji variabel kejadian diare dengan status gizi, juga terlihat bahwa diare mempunyai resiko terhadap status gizi. Banyaknya kejadian diare pada balita akan beresiko banyaknya anak yang kurus. Beberapa variabel PHBS mempengaruhi kejadian diare. Oleh karena itu, untuk memperbaiki status gizi tidak hanya harus diberi makanan tambahan ataupun obat-obatan untuk pengobatan terhadap penyakit infeksi, akan tetapi, dimulai dari tindakan preventif untuk mencegah terjadinya gizi buruk. Keluarga, terutama ibu balita, sebaiknya memperluas wawasan tentang hal-hal yang berkaitan dengan diare agar dapat dilakukan tindakan pencegahan yang tepat supaya tidak terjadi diare atau memburuknya kesehatan anak akibat diare karena diare ada hubungannya dengan status gizi terutama status gizi akut yang diukur dengan indek BB/TB.
dc.publisherBadan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
dc.relationhttp://repository.litbang.kemkes.go.id/2241/
dc.subjectWS 200-342 Diseases of Children and Adolescents
dc.titleHUBUNGAN PHBS DENGAN KEJADIAN DIARE DAN KAITANNYA DENGAN STATUS GIZI BALITA DI INDONESIA
dc.typeMonograph
dc.typeNonPeerReviewed


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record