Show simple item record

dc.creatorSuwandono, Agus
dc.creatorBudiarto, Wasis
dc.creatorSoemartono,
dc.creatorBaghardini, Sri
dc.date2000
dc.date.accessioned2018-06-28T12:48:17Z
dc.date.available2018-06-28T12:48:17Z
dc.identifierSuwandono, Agus and Budiarto, Wasis and Soemartono, and Baghardini, Sri (2000) STUDI PENERAPAN MODEL JAMINAN PEMELIHARAAN KESEHATAN MASYARAKAT JARING PERLINDUNGAN SOSIAL BIDANG KESEHATAN (JPKM - JPSBK) BAGI KELUARGA MISKIN & NON MISKIN DI KABUPATEN/ KOTA (TAHAP 1). Project Report. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan dan Teknologi Kesehatan.
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/20757
dc.descriptionSebagai salah satu isu strategis untuk mewujudkan Indonesia Sehat tahun 2010, JPKM merupakan langkah strategis dalam sistem pembiayaan yang bersifat pra upaya. JPKM pada dasarnya merupakan penataan sub sistem pembiayaan kesehatan dalam bentuk mobilisasi sumber dana masyarakat, yang merupakan wujud konkrit dari peran serta masyarakat. Operasional JPKM-JPSBK yang melibatkan kelompok non Gakin banyak menemui hambatan dalam penyelenggaraannya, karena model yang dilaksanakan belum teruji. Disadari bahwa penyelenggaraan JPKM yang berfokus pada keluarga miskin dalam jangka panjang akan sangat mengganggu kelangsungannya. Secara umum tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan model program JPKM-JPSBK bagi Keluarga Miskin (Gakin) dan Non Gakin di Kabupaten/ Kota, khususnya yang meliputi aspek kepesertaan, pengelolaan, pembiayaan,pemantauan dan evaluasi dari penyelenggaraan JPKM-JPSBK dan mengembangkan sistem informasi manajemen dalam rangka mendukung penyelenggaraannya. Penelitian ini dilakukan di 3 provinsi (Jatim, Sulsel dan NTB) di mana masing-masing provinsi dipilih 3 kabupaten berdasarkan bentuk dari Bapel yaitu yang berbentuk Yayasan, Koperasi dan BUMD/PT. Lokasi penelitian meliputi Kab. Lumajang, Tuban dan Ponorogo (Jatim), Kab. Gowa, Pangkep dan Bulukumba (~ulsel) serta Lombok Sara Lombok Tengah dan Lombok Timus (NTB). Masing-masing Kabupaten dipilih 2 wilayah Puskesmas yang menerapkan 2 model PPK yaitu PPK oleh puskesmas dan PPK oleh puskesmas dan dokter praktek swasta. Kegiatan pengumpulan data dilakukan dengan beberapa cara, yaitu (a) Focus Group Discussion (FGD) yang dilakukan terhadap Bapel, Bapim, PPK, Wakil Peserta , (b) wawancara, yang dilakukan dengan menggunakan kuesioner terhadap Bapel, Bapim, PPK (Puskesmas) serta peserta JPKM-JPSBK & calon peserta JPKM Semesta, dan (c) pencatatan, yang dilakukan terhadap data sekunder yang ada di Bapel, Bapim dan PPK . Data yang telah dikumpulkan diolah dan dianalisis secara deskriptif sebagai langkah untuk menyusun dan menerapkan model penyelenggaraan JPKM-JPSBK di masing-masing provinsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja Bapel tidak berkaitan dengan bentuk Bapel. Pimpinan dan staf Bapel kurang mempunyai jiwa kewirausahaan sehingga kesulitan dalam merekrut peserta. Pelatihan bagi karyawan puskesmas sebagai PPK masih kurang dan komitmen terhadap program JPKM masih rendah. Perlakuan pelayanan kesehatan puskesmas untuk peserta JPKM dan bukan peserta adalah sama, sehingga peserta tidak merasakan nilai plus dari keikutsertaannya dalam JPKM. Tarif yang berlaku di puskesmas belum dirubah, dan besarnya premi yang harus dibayar peserta lebih besar dari tarif yang berlaku, sehingga masyarakat kurang berminat pada program JPKM Semesta.
dc.publisherPusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan dan Teknologi Kesehatan
dc.relationhttp://repository.litbang.kemkes.go.id/2255/
dc.subjectW 100-275 Medical, Dental, and Pharmaceutical Service Plans
dc.titleSTUDI PENERAPAN MODEL JAMINAN PEMELIHARAAN KESEHATAN MASYARAKAT JARING PERLINDUNGAN SOSIAL BIDANG KESEHATAN (JPKM - JPSBK) BAGI KELUARGA MISKIN & NON MISKIN DI KABUPATEN/ KOTA (TAHAP 1)
dc.typeMonograph
dc.typeNonPeerReviewed


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record