Show simple item record

dc.creatorRistrini,
dc.creatorSoemartono,
dc.creatorBudiarto, Wasis
dc.creatorBudjianto, Didik
dc.date2000
dc.date.accessioned2018-06-28T12:48:17Z
dc.date.available2018-06-28T12:48:17Z
dc.identifierRistrini, and Soemartono, and Budiarto, Wasis and Budjianto, Didik (2000) LAPORAN PENELITIAN PENERAPAN MODEL UPAYA PENINGKATAN UTILISASI DI DAERAH TERPENCIL (Tahap III). Project Report. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan dan Teknologi Kesehatan.
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/20758
dc.descriptionSecara umum tujuan penelitian ini adalah menerapkan model upaya peningkatan utilisasi polindes dan bidan di desa di daerah terpencil melalui intervensi terpadu dan komprehensif. Penelitian ini dilakukan dalam 3 tahap, dimana pada tahap I telah dihasilkan beberapa diskripsi kondisi awal polindes dan bidan di desa di daerah terpencil serta model operasional pelayanan kesehatan maternal di polindes. Pada tahap II merupakan implementasi model yang mengukur perubahan utilisasi polindes oleh masyarakat (output) serta proses deseminasi model intervensi kepada lintas sektor dan dukun bayi di daerah terpencil. Pada tahap Ill ini tujuan penelitian yang merupakan evaluasi outcome dari intervensi model polindes di daerah terpencil pegunungan dan evaluasi output di daerah terpencil kepulauan. Outcome dari pelayanan kesehatan maternal di daerah terpencil pegunungan diukur dengan indikator kualitas pelayanan tingkat kepuasan dan perubahan perilaku menurut perspektif konsumen (ibu bersalin). Untuk daerah terpencil kepulauan output diukur dari jumlah kunjungan polindes serta pendapat lintas sektor terhadap pelayanan polindes. Penelitian ini dilakukan di Jawa Timur (Kab. Pacitan dan Ponorogo) dan Nusa Tenggara Barat (Kab. Sumbawa dan Lombok Timur) yang merupakan daerah terpencil pegunungan. Sedangkan daerah terpencil kepulauan dipilih Kab. Kupang (Nusa Tenggara Til'!).u,r) yakni di Kepulauan Rote. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung dengan ibu bersalin, dukun dan lintas sektor, kuesioner untuk bidan di desa dan pencatatan dari laporan tentang perubahan kunjungan dan rujukan selama 2 (dua) tahun yakni 1998 dan 1999. Model yang dikembangkan berupa peningkatan peran serta lintas sektor (pamong) dalam deteksi risiko pada kehamilan, pemberdayaan dukun bayi melalui kerjasama tugas dan reward pada pertolongan persalinan serta keterlibatan masyarakat dalam rujukan kebidanan dan mobilisasi dana untuk mengatasi pembiayaan dalam rujukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dikembangkan secara keseluruhan dapat diterapkan kecuali model untuk mobilisasi dana dari masyarakat. Hal tersebut disebabkan karena adanya krisis moneter yang memperburuk keadaan ekonomi masyarakat di daerah terpencil dan datangnya program JPS yang membebaskan penduduk miskin untuk berkunjung ke puskesmas, polindes dan pertolongan bidan di desa dalam kaitannya dengan kehamilan dan persalinannya.
dc.publisherPusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan dan Teknologi Kesehatan
dc.relationhttp://repository.litbang.kemkes.go.id/2256/
dc.subjectWA 525-590 Health Administration and Organization
dc.titleLAPORAN PENELITIAN PENERAPAN MODEL UPAYA PENINGKATAN UTILISASI DI DAERAH TERPENCIL (Tahap III)
dc.typeMonograph
dc.typeNonPeerReviewed


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record