Show simple item record

dc.creatorLaksono, Agung Dwi
dc.creatorAstuti, Wahyu Dwi
dc.creatorWaty, Ema
dc.creatorAtto'illah,
dc.date2012
dc.date.accessioned2018-06-28T12:48:25Z
dc.date.available2018-06-28T12:48:25Z
dc.identifierLaksono, Agung Dwi and Astuti, Wahyu Dwi and Waty, Ema and Atto'illah, (2012) KAJIAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL PENYAKIT TUBERKULOSIS TERKAIT INDIKATOR MILLENIUM DEVELOPMENT GOALS. Project Report. Pusat Humaniora Kebijakan Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat.
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/20806
dc.descriptionTuberkulosis paru merupakan salah satu penyakit menular kronis yang menjadi isu global yang menjadi sasaran di dalam MDGs dan juga tercantum di dalam SPM kesehatan. Di Indonesia penyakit ini termasuk salah satu prioritas nasional untuk program pengendalian penyakit karena berdampak luas terhadap kualitas hidup dan ekonomi, serta sering mengakibatkan kematian. Meski demikian upaya operasionalisasi indikator penyakit Tuberkulosis yang berdasarkan MDGs sekaligus SPM kesehatan belum pernah dilakukan. Dalam rangka efisiensi pembiayaan pembangunan nasional diperlukan upaya sinkronisasi pencapaian SPM dengan merujuk pada MDGs. Untuk itu perlu dilakukan upaya penjabaran operasional serta pentahapan dari setiap indikator SPM yang mendukung tercapainya indikator target MDGs agar lebih mudah dipahami dan aplikatif. Langkah ini perlu dilakukan guna meningkatkan ketepatan kebijakan dalam pengalokasian anggaran yang sudah minim agar benar-benar tepat sasaran. Penelitian ini merupakan jenis penelitian ekploratif. Dengan purposif sampling penelitian ini dilaksanakan di Propinsi Papua Barat (Kota Sorong dan Kabupaten Raja Ampat) serta Propinsi Jawa Timur (Kota Blitar dan Kabupaten Tulungagung). Pengumpulan data dilaksanakan melalui NGT pada pelaksana lapangan dan FGD pada para pakar tuberkulosis serta wawancara mendalam pada pelaksana program di lapangan. Hasil penelitian menemukan 3 sub indikator penyakit tuberkulosis yang bisa dijadikan sebagai indikator SPM bidang kesehatan untuk penyakit tuberkulosis, yaitu Indikator Penemuan berupa penemuan suspek tuberkulosis dengan indikasi batuk berdahak lebih dari 2 minggu yang tidak bisa dijelaskan penyebabnya. Bila pada anak ada riwayat kontak pasien yang didiagnosa tuberkulosis. Indikator Penanganan berupa success rate 90% dengan cure rate minimal 85%. Indikator surveilans berupa validitas pencatatan & pelaporan yang standar. Untuk mengoperasionalkan sub indikator ini ke dalam SPM masih dibutuhkan kajian untuk formulasi metode diagnosa tuberkulosis serta formulasi cara pengukuran validitas pencatatan dan pelaporan yang standar. Selain itu kajian lebih lanjut dibutuhkan untuk penentuan target pencapaian setian tahunnya.
dc.publisherPusat Humaniora Kebijakan Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat
dc.relationhttp://repository.litbang.kemkes.go.id/2309/
dc.subjectWF 140-900 Diseases of the Respiratory System
dc.titleKAJIAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL PENYAKIT TUBERKULOSIS TERKAIT INDIKATOR MILLENIUM DEVELOPMENT GOALS
dc.typeMonograph
dc.typeNonPeerReviewed


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record