Show simple item record

dc.creatorIsnani, Tri
dc.creatorPrastawa, Asnan
dc.creatorWijanarko, Nova
dc.date2012
dc.date.accessioned2018-06-28T12:48:43Z
dc.date.available2018-06-28T12:48:43Z
dc.identifierIsnani, Tri and Prastawa, Asnan and Wijanarko, Nova (2012) PENGEMBANGAN MODEL PENYAMPAIAN INFORMASI YANG MAMPU MENDORONG PENGENDALIAN LEPTOSPIROSIS BERBASIS MASYARAKAT. Project Report. Balai Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) Banjarnegara.
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/20895
dc.descriptionLeptospirosis merupakan zoonosis yang dapat menyerang manusia dengan tilrus sebagai penular utama. Keberadaan agen, kondisi lingkungan, dan perilaku manusia merupakan faktor resiko dalam penyakit menular. Pengetahuan manusia berpengaruh dalam perilaku sehari-hari maupun kebiasaan yang akan terwujud dalam kondisi lingkungan sekitarnya. Promosi kesehatan merupakan suatu pendidikan kesehatan sebagai usaha untuk memampukan masyarakat untuk meningkatkan kesehatannya. Metode promosi kesehatan massa terdapat empat cara yaitu ceramah umum, penggunaan media elektronik, hasil media cetak, dan penggunaan ruang terbuka. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh model penyampaian informasi yang mampu mendorong pengendalian Leptospirosis berbasis masyarakat yaitu dengan membandingkan tiga metode promosi. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Kulonprogo yang mempunyai masalah dengan Leptospirosis yang diawali pada tahun 2010 dan terns meningkat hingga tahun 2011 sehingga dikeluarkan status Kejadian Luar Biasa Leptospirosis di Kabupaten Kulonprogo tahun 2011. Metode penyampaian informasi yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah ceramah, pemutaran film/spot, dan buku saku. Desain penelitian dengan quasi eksperimen dengan pre dan post test. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terstruktur berdasar kuesioner yang ditunjang dengan observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum ketiga model tersebut dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Leptospirosis tetapi belum peningkatan perilaku dalam pengendalian Leptospirosis belum terlihat secara nyata dan baru dalam tingkat perorangan/individu yaitu dengan lebih berhati-hati dan lebih menjaga kebersihan badan. Model yang paling efektif tidak bisa diambil satu model yang secara umum selalu efektif karena masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan berdasar kurun waktu retensi.
dc.publisherBalai Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) Banjarnegara
dc.relationhttp://repository.litbang.kemkes.go.id/2409/
dc.subjectWC 195-425 Infection. Bacterial Infections
dc.titlePENGEMBANGAN MODEL PENYAMPAIAN INFORMASI YANG MAMPU MENDORONG PENGENDALIAN LEPTOSPIROSIS BERBASIS MASYARAKAT
dc.typeMonograph
dc.typeNonPeerReviewed


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record