Show simple item record

dc.creatorBudiarto, Wasis
dc.creatorSoewardono, Agus
dc.creatorSoemartono,
dc.creatorRistrini,
dc.date2003
dc.date.accessioned2018-06-28T12:50:03Z
dc.date.available2018-06-28T12:50:03Z
dc.identifierBudiarto, Wasis and Soewardono, Agus and Soemartono, and Ristrini, (2003) EVALUASI MODEL AKSELARASI PROGRAM JPKM SEMESTA DI KABUPATEN/KOTA DALAM RANGKA INDONESIA SEHAT 2010 (Penelitian Lanjutan-Tahap Akhir). Project Report. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan dan Teknologi Kesehatan.
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/21286
dc.descriptionDalam rangka mewujudkan Indonesia Sehat tahun 2010 maka aspek pembiayaan kesehatan merupakan ha1 yang sangat penting. Salah satu sebab rendahnya kinerja sector kesehatan dan merupakan kendala dalam mewujudkan Indonesia Sehat 2010 adalah kecilnya alokasi anggaran yang diberikan kepada sector kesehatan. Hasil kesepakatan Pertemuan Nasional Bupati dan Walikota se Indonesia tanggal 28 Juli 2000 di Jakarta adalah mensepakati bahwa mobilisasi dana masyarakat untuk upaya kesehatan dilaksanakan melalui JPKM dengan menciptakan, membina dan mengembangkan berbagai bentuk program kesehatan yang berlandaskan JPKM. Di sadari bahwa pelaksanaan JPKM banyak mengalami hambatan sehingga perlu adanya upaya untuk mempercepat (akselerasi) proses penyelenggaraan program JPKM Semesta kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan melakukan evaluasi terhadap model akselerasi program JPKM Semesta di Kabupaten/Kota, dalam rangka Indonesia Sehat 2010 yang menyangkut proses akselerasi, manajemen penyelenggaraan, komitmen, tingkat kepuasan peserta, hasil-hasil kegiatan serta identifikasi kendala dalam pengembangan JPKM Semesta di Kabupaten/Kota. Hasil pengumpulan data menunjukkan bahwa dalam proses akselerasi JPKM Semesta maka frekuensi pertemuan sudah cukup baik dan kegiatan sosialisasi rata-rata dilakukan sebulan sekali dan pelaporan yang masuk relatif cukup. Dalam manajemen penyelenggaraan di tingkat Bapel dapat dikatakan sudah cukup baik, baik aspek kepemimpinan, analisis dan informasi, pengembangan SDM, hasil-hasil kegiatan dan aspek kepuasan peserta. Penilaian terhadap manajemen di tingkat PPK relatif lebih baik daripada Bapel. Komitmen karyawan bapel relatif cukup baik, yakni skor 2,58 (range 1-4) dan skor rendah adalah kepuasan karyawan terhadap kesejahteraan di Bapel, sedangkan di PPK skor komitmen mencapai 3,O (range 1-4). Skor penilaian karyawan terhadap kepuasan kerja karyawan Bapel cukup baik dan skor kepuasan peserta mencapai 3,75 (range 1-5).
dc.publisherPusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan dan Teknologi Kesehatan
dc.relationhttp://repository.litbang.kemkes.go.id/2812/
dc.subjectWA 525-590 Health Administration and Organization
dc.titleEVALUASI MODEL AKSELARASI PROGRAM JPKM SEMESTA DI KABUPATEN/KOTA DALAM RANGKA INDONESIA SEHAT 2010 (Penelitian Lanjutan-Tahap Akhir)
dc.typeMonograph
dc.typeNonPeerReviewed


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record