Show simple item record

dc.contributorLembaga Penerbitanen-US
dc.creatorAryati, Febie Dwi
dc.date2016-03-08
dc.date.accessioned2018-07-11T06:48:06Z
dc.date.available2018-07-11T06:48:06Z
dc.identifierhttp://ejurnal.esaunggul.ac.id/index.php/Nutrire/article/view/1262
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/21676
dc.descriptionAbstractMalnutrition still remains a public health problem in Indonesia. Wasting is a growth disorder with unbalance weight and height. The high prevalence of wasting imply that Indonesia faces the risk of human resources reducing quality of human. The lowest wasting prevalence is in Papua province (4.3%) and the highest is in the West Nusa Tenggara province (12.4%) and the second highest is in South Kalimantan (11.7%). The purpose of this study is to know the difference of energy, protein and zinc intake based on the status of region of wasting children aged 7-12 years old in Borneo Island. This study using secondary data Riskesdas 2010 with a cross-sectional approach and the total number of samples are 259 people. Statistical test using an independent sample t-test and correlation.The results show that there is a significant difference between the intake of energy, protein and zinc by region status (p <0.05), and there is significant relationship between energy intake and wasting on (p <0.1). The parents have to pay attention about the intake of macro nutrients (energy and protein) and minerals (zinc), accompanied by an increase of balanced nutrition education program through school health activities. Keywords: energy intake-protein-zinc, region status, wasting  AbstrakGizi kurang dan gizi buruk masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia.Wasting adalah gangguan pertumbuhan dimana berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) tidak seimbang. Masih tingginya prevalensi Wastingmempunyai implikasi bahwa Indonesia menghadapi resiko rendahnya kualitas sumber daya manusia. Prevalensi kekurusan terlihat paling rendah di provinsi Papua yaitu 4.3% dan paling tinggi di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yaitu 12.4% dan tertinggi kedua adalah Kalimantan Selatan yaitu 11,7%. Tujuan Penelitian ini adalah Mengetahui perbedaan asupan energi, protein dan seng berdasarkan status wilayah pada anak yang kurus (wasting) usia 7-12 tahun di Pulau Kalimantan. Pada penelitian ini menggunakan data yang sekunder Riskesdas 2010 dengan pendekatan cross-sectional dan dengan jumlah sampel keseluruhan (n=259) selanjutnya pengujian statistik menggunakan uji t-test independen dan korelasi. Dari hasil uji analisis statistika ditemukan bahwa Ada perbedaan bermakna antara asupan energi, protein dan seng berdasarkan status wilayah (p<0,05), dan ada hubungan bermakna antara asupan energi dengan status gizi kurus (wasting) pada (p<0,1). Perlu adanya perhatian dari orang tua mengvenai asupan zat gizi makro (energi dan protein) serta mineral (seng), disertai dengan peningkatan program pendidikan gizi seimbang melalui kegiatan usaha kesehatan sekolah. Kata kunci: asupan energi-protein-seng, status wilayah, wasting en-US
dc.formatapplication/pdf
dc.languageeng
dc.publisherNUTRIRE DIAITAen-US
dc.publisherJurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi)id-ID
dc.relationhttp://ejurnal.esaunggul.ac.id/index.php/Nutrire/article/view/1262/1154
dc.sourceNUTRIRE DIAITA; Vol 6, No 1 (2014): NUTRIRE DIAITAen-US
dc.sourceJurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi); Vol 6, No 1 (2014): NUTRIRE DIAITAid-ID
dc.titleAnalisis Asupan Energi, Protein dan Seng Berdasarkan Status Wilayah pada Anak yang Kurus (Wasting) Usia 17 – 12 Tahun di Pulau Kalimantan (RISKESDAS 2010)en-US
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/article
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.typeArtikel yang dipeer-reviewid-ID


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record