Show simple item record

dc.contributoren-US
dc.creatorSimbolon, Demsa
dc.date2012-08-01
dc.date.accessioned2019-07-22T04:43:35Z
dc.date.available2019-07-22T04:43:35Z
dc.identifierhttp://journal.fkm.ui.ac.id/kesmas/article/view/70
dc.identifier10.21109/kesmas.v7i1.70
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/24279
dc.descriptionAngka kematian neonatal Indonesia menduduki peringkat ke-10 tertinggi di dunia disebabkan kejadian bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berat lahir terhadap kelangsungan hidup neonatal. Penelitian dengan desain studi kohort retrospektif ini menggunakan sumber data sekunder Survei Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2007. Sampel meliputi 11.748 bayi yang memenuhi kriteria anak terakhir lahir hidup, lahir tunggal, dan saat wawancara berumur minimal 28 hari. Probabilitas kumulatif kelangsungan hidupneonatal di Indonesia adalah 98,49% dan cenderung semakin rendah sesuai dengan berat lahir, pada neonatal dengan berat lahir rendah adalah 95,68% dan neonatal berat lahir sangat rendah adalah 89,83%. Berat lahir berinteraksi dengan paritas ibu. Artinya, pengaruh berat lahir terhadap kelangsungan hidup neonatal berbeda berdasarkan paritas ibu. Bayi BBLR dari ibu paritas multipara dan grande multipara berisiko 2,9 kali dan 3,9 kali untuk mengalami kematian pada periode neonatal dibandingkan bayi lahir dengan berat normal. Disarankan untuk melakukan intervensi dini mencegah bayi lahir BBLR dan penanganan intensif terhadap bayi lahir BBLR.Kata kunci: Berat lahir, kelangsungan hidup neonatal, paritas ibuAbstractNeonatal mortality rate in Indonesia was ranked as 10th highest in the world because of high prevalence of infants low birth weight. This research used Indonesia Demographic and Health Survey 2007 data with retrospective cohort design. The purposes of the research are to measure the probability ofneonatal survival according to birth weight and to identify effect of birth weight on neonatal survival. The number of sample is 11.748 infants with inclusion criteria born alive, single birth, and at least 28 days old when interviewed.The study found the cumulative probability of neonatal survival in Indonesia was 98,49% and getting lower according to birth weight, at neonatal with low birth weight is 95,68% and 89,83% at neonatal with very low weight. Birth weight modification related to maternal parity, so that the influence of birth weight on neonatal survival depent on the maternal parity. Low birth weight infants of multiparous and grandemultiparous maternal parity risk 2,9 and 3,9 times experienced death in the neonatal period compared with normal birth weight. Early interventions to prevent low birth weight and intensive care to infants with low birth weight are suggested.Keywords: Birth weight, neonatal survival, maternal parityen-US
dc.formatapplication/pdf
dc.languageeng
dc.publisherFaculty of Public Health Universitas Indonesiaen-US
dc.relationhttp://journal.fkm.ui.ac.id/kesmas/article/view/70/71
dc.relation10.21109/kesmas.v7i1.70.g71
dc.sourceKesmas: National Public Health Journal; Vol. 7 No. 1 Agustus 2012; 8-15en-US
dc.sourceJurnal Kesehatan Masyarakat Nasional; Vol. 7 No. 1 Agustus 2012; 8-15id-ID
dc.source2460-0601
dc.source1907-7505
dc.source10.21109/kesmas.v7i1
dc.titleBerat Lahir dan Kelangsungan Hidup Neonatal di Indonesiaen-US
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/article
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.typePeer-reviewed Articleen-US


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record