Show simple item record

dc.contributoren-US
dc.creatorYunita, Yunita
dc.date2009-02-01
dc.date.accessioned2019-07-22T04:43:57Z
dc.date.available2019-07-22T04:43:57Z
dc.identifierhttp://journal.fkm.ui.ac.id/kesmas/article/view/218
dc.identifier10.21109/kesmas.v3i4.218
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/24364
dc.descriptionKota Tangerang berkembang cepat dengan angka pertumbuhan (1,94%) dan tingkat urbanisas yang tinggi serta angka kejadian diare setiap tahun yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerawanan diare berdasarkan faktor fasilitas air bersih yang tersedia, rumah tangga sehat dan berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), tempat umum dan pengelolaan makanan (TPUM) yang sehat, kepadatan penduduk, dan cakupan pelayanan kesehatan. Kerentanan diare dinyatakan dalam kategori tinggi, sedang, dan rendah. Penelitian ini menggunakan metode analisis spasial yang merupakan analisis berdasarkan wilayah kecamatan. Secara umum, status kerentanan diare pada wilayah kecamatan di Kota Tangerang yang berada pada kategori rendah adalah Kecamatan Tangerang dan Larangan dan yang berstatus kerentanan tinggi adalah Cipondoh, Karawaci, dan Cibodas. Kecamatan lainnya berada pada status kerentanan sedang. Diharapkan pada masa mendatang, tingkat kebersihan, cakupan air bersih dan cakupan sarana pelayanan kesehatan akan lebih merata dan memadai, sehingga kasus diare di Kota Tangerang dapat ditekan.Kata kunci: Kerawanan diare, analisis spasialAbstractTangerang City is a developing township with high population growth (1.94%) and has high urbanization rate as well. The cases of diarrhea in Tangerang City were quite high. The objective of this study was to measure the diarhea susceptibility level based on the availability of clean water, the percentage of healthy household, the percentage of community personal hygiene, healthy public facilities and food vendors, and the coverage of public health services. The diarrhea susceptibility was catagorized into three levels that is high, moderate, and low. This study employs spatial analysis method based on sub-district level. Sub-districts with low level of diarhea susceptibility were Tangerang and Larangan, while sub-districts with high level of susceptibility were Cipondoh, Karawaci, and Cibodas. Others were in moderate level of diarrhea susceptibility. In the future, it is expected that Tangerang City could increase the availability of clean water facilities, percentage of healthy household, and more equally distributed health services as to prevent diarrhea.Keywords: Diarrhea susceptibility, spatial analysisen-US
dc.formatapplication/pdf
dc.languageeng
dc.publisherFaculty of Public Health Universitas Indonesiaen-US
dc.relationhttp://journal.fkm.ui.ac.id/kesmas/article/view/218/218
dc.relation10.21109/kesmas.v3i4.218.g218
dc.sourceKesmas: National Public Health Journal; Vol. 3 No. 4 Februari 2009; 154-160en-US
dc.sourceJurnal Kesehatan Masyarakat Nasional; Vol. 3 No. 4 Februari 2009; 154-160id-ID
dc.source2460-0601
dc.source1907-7505
dc.source10.21109/kesmas.v3i4
dc.titleGambaran Spasial Diare untuk Upaya Sistem Kewaspadaan Dini Kota Tangerangen-US
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/article
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.typePeer-reviewed Articleen-US


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record