Show simple item record

dc.contributoren-US
dc.creatorRonoatmodjo, Sudarto
dc.date2009-10-01
dc.date.accessioned2019-07-22T04:44:32Z
dc.date.available2019-07-22T04:44:32Z
dc.identifierhttp://journal.fkm.ui.ac.id/kesmas/article/view/187
dc.identifier10.21109/kesmas.v4i2.187
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/24498
dc.descriptionDalam beberapa dekade terakhir telah terlihat penurunan angka kematian anak di bawah umur lima tahun. Tetapi, penurunan pada angka kematian neonatal tidak menujukkan penurunan yang bermakna. Kematian neonatal merupakan komponen penting jika ingin menurunkan angka kematian anak di bawah umur lima tahun. Kematian anak di bawah umur lima tahun merupakan tujuan ke 4 dari Pembangunan Milenium. Pada tahun 2000 sebanyak 130 juta kelahiran,sebanyak 4 juta mati pada masa neonatal, yang ini merupakan 2/3 dari kematian bayi. Dua pertiga kematian neonatal terjadi pada minggu pertama setelah kelahirannya. Dan 99% nya terjadi di negara berkembang. Konsentrasi waktu terjadinya kematian neonatal mirip dengan waktu terjadinya kematian maternal. Kematian maternal terbesar terjadi saat trimester ke-3 masa kehamilan, masa persalinan dan seminggu setelah persalinan. Maka, intervensi untuk kematian maternal dan kematian neonatal harus dilakukan secara bersama. Bukti telah menunjukkan dengan upaya yang sederhana dengan berbasis masyarakat dapatmenurunkan angka kematian maternal dan neonatal secara bermakna. WHO dan UNICEF pada tahun 2009 telah membuat pernyataan bersama, dengan judul: kunjungan rumah pada bayi baru lahir, sebuah strategi untuk meningkatkan kelangsungan hidup neonatal. Ada 7 butir rekomendasi yang perlu diperhatikan oleh negara yang ingin menurunkan angka kematian neonatal. Setiap negara harus mengevaluasi program yang sedang berjalan dan melakukanpenyesuaian.Key words: Bayi baru lahir, kematian neonatal, asuhan bayi baru lahir esential. AbstractThe declining of children under five of age mortality has been seen over several decades. But the rate of neonatal death remains stagnant. Neonatal death is crucial if one want to decrease the under five mortality as it has been stated as the fourth goal of the Millennium Development Goals. At year 2000 there were 130 million births, among whom 4 million was died during neonatal period, which was 2/3 from the infant death. Two third of the neonatal death occurred at the first week of life and 99% happen in developing countries. The timing of maternal death mostly occurred at the end of pregnancy, at birth and within one week after delivery. Intervention of maternal and neonatal death should be done simultaneously. Evidence have showed that simple measures on communi-ty based approach are able to reduce neonatal and maternal mortality significantly. WHO and UNICEF in 2009 have made joint statement: “Home visits for the newborn child: a strategy to improve survival”. There were 7 points of recommendation that need to be addressed by countries who want to reduce neona-tal mortality. Each country should look at the existing program and make necessary changes accordingly.Key words: Newborn, neonatal mortality, essential newborn care.en-US
dc.formatapplication/pdf
dc.languageeng
dc.publisherFaculty of Public Health Universitas Indonesiaen-US
dc.relationhttp://journal.fkm.ui.ac.id/kesmas/article/view/187/187
dc.relation10.21109/kesmas.v4i2.187.g187
dc.sourceKesmas: National Public Health Journal; Vol. 4 No. 2 Oktober 2009; 51-56en-US
dc.sourceJurnal Kesehatan Masyarakat Nasional; Vol. 4 No. 2 Oktober 2009; 51-56id-ID
dc.source2460-0601
dc.source1907-7505
dc.source10.21109/kesmas.v4i2
dc.titleKunjungan Rumah Pasca Persalinan, Sebuah Strategi Meningkatkan Kelangsungan Hidup Neonatalen-US
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/article
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.typePeer-reviewed Articleen-US


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record