Show simple item record

dc.contributoren-US
dc.creatorSimanjuntak, Merida
dc.creatorManurung, Suryani
dc.creatorLestari, Tri Riana
dc.creatorHasibuan, Payung
dc.date2013-04-01
dc.date.accessioned2019-07-22T04:44:34Z
dc.date.available2019-07-22T04:44:34Z
dc.identifierhttp://journal.fkm.ui.ac.id/kesmas/article/view/15
dc.identifier10.21109/kesmas.v7i9.15
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/24509
dc.descriptionMasa remaja merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa yang ditandai oleh perubahan fisik, intelektual, seksual,dan emosional. Menarche pada remaja putri menjadi pertanda memasuki tahapan sistem reproduksi dewasa. Sesuai dengan nilai dan budaya masyarakat, peristiwa menstruasi pertama yang fisiologis itu mendapat respons yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan kerangka teoritis tentang pola perilaku remaja putri dalam menghadapi menarche sesuai dengan nilai dan budaya keluarga Batakdi Jakarta. Penelitian kualitatif ini dilakukan dengan pendekatan grounded theory dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi literatur. Enamoranginforman direkrut dengan cara purposive sampling di wilayah Jakarta Timur. Data yang dikumpulkan di analisis dengan menggunakan constant comparative analysis sampai tercapai saturasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku remaja putri menghadapi menarche sesuai dengan nilai dan budaya Batak di Jakarta dipengaruhi oleh informasi yang diterima, pola asuh dalam keluarga, dan pandanga norangtua terhadap menarche. Oleh sebab itu, perawat diharapkan dapat memberikan informasi yang komprehensif kepada remaja tentang proses perkembangan reproduksi dan perawatan saat menarche dengan mengikutsertakan orang tua dalam pemberian pendidikan kesehatan pada anak.Adolescence is a phase that lies between childhood and adulthood. There are some changes occur due to this transitional phase including physical, intellectual, sexual and emotional changes. Menarche phase in woman shows that a more developed reproductive system has started. There are different responses according to culture and community value in encountering the menarche phase. The purpose of this study was to develop a theoryb about adolescent girl behavioral pattern encountering menarche phase. This qualitative study was conducted using grounded theory approach, by collecting data from interviews, observation and literature study. Six respondents were recruited using purposive sampling in East Jakarta. The collected data was analyzed using constant comparative analysis until data saturation was achieved. Result of this study showed that adolescent girl behavior encountering menarche phase according to Batak’s culture and traditional value was influenced by information adopted, mothering pattern in the family and parent’s angle of view about menarche phase. Regarding this, a nurse is expected to be able to give comprehensive information to adolescent girl aboutits reproductive system development and nursing in menarche phase. In addition, parent’s involvement is recommended in health education giving to children.en-US
dc.formatapplication/pdf
dc.languageeng
dc.publisherFaculty of Public Health Universitas Indonesiaen-US
dc.relationhttp://journal.fkm.ui.ac.id/kesmas/article/view/15/18
dc.relation10.21109/kesmas.v7i9.15.g18
dc.sourceKesmas: National Public Health Journal; Vol. 7 No. 9 April 2013; 421-425en-US
dc.sourceJurnal Kesehatan Masyarakat Nasional; Vol. 7 No. 9 April 2013; 421-425id-ID
dc.source2460-0601
dc.source1907-7505
dc.source10.21109/kesmas.v7i9
dc.subjectbudaya Batak; menarche; perilaku; remaja putri; Batak culture; menarche; behavior; adolescent girlen-US
dc.titlePerilaku Remaja Putri Menghadapi Menarche Berdasarkan Nilai Budaya Bataken-US
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/article
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.typePeer-reviewed Articleen-US


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record