Show simple item record

dc.contributoren-US
dc.creatorMahwati, Yeni
dc.date2013-01-01
dc.date.accessioned2019-07-22T04:44:59Z
dc.date.available2019-07-22T04:44:59Z
dc.identifierhttp://journal.fkm.ui.ac.id/kesmas/article/view/35
dc.identifier10.21109/kesmas.v7i6.35
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/24605
dc.descriptionPemanfaatan pelayanan kesehatan ibu dapat menyelamatkan perempuan dari komplikasi berat dan kematian selama kehamilan, persalinan, dan pasca persalinan. Faktor sosial, manfaat/kebutuhan yang dirasakan, serta aksesibilitas ekonomi dan fisik berkontribusi langsung terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan ibu. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor sosial, kebutuhan, serta aksesibilitas ekonomi dan fisik yang memengaruhi pemanfaatan pelayanan kesehatan ibu di Jawa Barat. Data yang digunakan untuk penelitian adalah data sekunder hasil Riset Kesehatan Dasar 2010 pada perempuan usia 15 – 59 tahun yang pernah menikah. Penelitian ini menggunakan analisis bivariat dan multivariat. Kedua hasil analisis menegaskan bahwa faktor sosial, kebutuhan yang dirasakan, serta aksesibilitas ekonomi dan fisik memiliki hubungan yang signifikan dengan pemanfaatan pelayanan antenatal dan persalinan. Model akhir analisis multivariat regresi logistik menunjukkan bahwa tempat tinggal merupakan variabel yang paling memengaruhi pemanfaatan kedua bentuk pelayanan kesehatan ibu. Determinan penting yang lain adalah riwayat komplikasi, pendapatan keluarga, umur, dan pendidikan ibu. Dalam analisis multivariat, status perempuan bekerja dan pekerjaan suami tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap kemungkinan perempuan mendapatkan perawatan antenatal dan pemberian perawatan modern meskipun variabel suami adalah positif dan sangat terkait dengan variabel dependen.Utilization of maternal health care services could save severe complications and death among women during pregnancy, delivery, and after delivery. Numerous factors such as social, perceived needs, and economic and physical accessibility are contributed directly with the use of maternal health care. The purpose of this study is to investigate the social, perceived needs, and economic and physical accecibility factors that affect women’s use of maternal health care in West Java. The data used come from the 2010 Basic Health Research of ever married women 15 – 59 years old. This study used two levels of analysis, bivariate and multivariate analysis. Both analyses confirmed that social, perceived needs, and economic and physical accessibility factors had a significant relationship with the utilization of antenatal and modern delivery care. The final model logistics regression multivariate analysis indicate that the residence’s place remain the most independent variable affecting both of antenatal and delivery care usage. Other important determinants are complications history, family income, mother’s age, and education. In the multivariate analysis, the complications history have a significant impact on the probability of women obtaining delivery care although these variable not associated with the dependent variables in the bivariate analysis.en-US
dc.formatapplication/pdf
dc.languageeng
dc.publisherFaculty of Public Health Universitas Indonesiaen-US
dc.relationhttp://journal.fkm.ui.ac.id/kesmas/article/view/35/36
dc.relation10.21109/kesmas.v7i6.35.g36
dc.sourceKesmas: National Public Health Journal; Vol. 7 No. 6 Januari 2013; 257-264en-US
dc.sourceJurnal Kesehatan Masyarakat Nasional; Vol. 7 No. 6 Januari 2013; 257-264id-ID
dc.source2460-0601
dc.source1907-7505
dc.source10.21109/kesmas.v7i6
dc.subjectantenatal care; faktor determinan; pelayanan kesehatan ibu; persalinan; determinant factors; maternal health care; birth deliveryen-US
dc.titlePemanfaatan Pelayanan Kesehatan Ibu di Jawa Baraten-US
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/article
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.typePeer-reviewed Articleen-US


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record