Show simple item record

dc.contributorAyi Agus Paryaman, A.Md
dc.creatorPENULIS: IRMA NOER LISTYANA IRAWAN-P 17324113028 PEMBIMBING: Dewi Purwaninghsih, S.SiT.,M.Kes PENGUJI I: Desi Hidayanti, S.ST.,MPH PENGUJI II: Yulia Ulfah, S.ST.,M.Keb
dc.dateBandung, 09 Agustus 2016
dc.date.accessioned2019-10-31T02:16:10Z
dc.date.available2019-10-31T02:16:10Z
dc.identifierhttp://repository.poltekkesbdg.info/items/show/206
dc.identifier.urihttp://r2kn.litbang.kemkes.go.id:8080/xmlui/handle/123456789/25753
dc.descriptionKomplikasi merupakan masalah kesehatan yang dapat mincul selama kehamilan dan bilan tidak ditangani dengan tepat, dapat menimbulkan resiko kesehatan bahkan kematian ibu maupun bayi. Kesenjangan antara teori dan praktik asuhan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan juga dapat berkontribusi pada peningkatan morbiditas ibu dan bayi. Anemia pada ibu hamil dapat ditangani dengan terapi oral Fe 120 mg perhari berdasarkan anjuran WHO dan Kementerian Kesehatan republik Indonesia. Pada kasus Ny.R, Hb pada pemeriksaan awal adalah 9,8 gr/dl. Walaupun mengalami peningkatan 0,4 gr/dl menjadi 10,2 gr/dl setelah 2minggu dilakukan terapi Fe, Ny.R tetap mengalami anemia. Hal ini terjadi karena banyak faktor, diantaranya anjuran terapi oral Fe oleh penulis adalah 60 mg perhari menyebabkan asuhan yang di berikan terkait anemia kurang adekuat.<br />Salah satu dampak dari anemia adalah resiko  terjadinya ketuban pecah dini, yang kemudian mincul pada Ny.R, selain itu intervensi tanpa indikasi yaitu pemeriksaan dalam yang dilakukan saat kunjungan antenatal terakhir ibu berkontribusi menyebabkan ketuban pecah dini. Seiring berjalannya asuhan persalinan dab penegkkan diagnosa, penulis melakukan pemeriksaan dalam dimana hal ini merupakan kontraindikasi dalam kasus ketuban pecah dini, kecuali dalam pemeriksaan spekulum. Intervensi ini  meningkatkan resiko koriamnionitis dan dibuktikan dengan munculnya tanda-tanda infeksi berupa takikardi janin dan demam maternal. <br />Kesenjangan dalam asuhan pada Ny.R berlanjut pada penanganan gawat janin, dimana ibu hanya dianjurkan tidur miring kiri dan memperbanyak hidrasi. Selain itu, pemberian cairan intravena memang dilakukan, namun bukan untuk mengatasi gawat janin. hal ini menyebabkan resusitasi intrauterin yang dilakukan kurang adekuat dan meningkatkan risiko komplikasi pada bayi.<br /><br />
dc.languageBahasa Indonesia
dc.publisherPoltekkes Kemenkes Jurusan Kebidanan Bandung
dc.subjectAsuhan komprehensif, kesenjangan antara praktik dan teori
dc.titleSTUDI KASUS ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY.R DENGAN ANEMIA DALAM KEHAMILAN, KETUBAN PECAH DINI, GAWAT JANIN DAN BAYI DENGAN HIPERBILIRUBINEMIA DI BPM BIDAN L. KECAMATAN CIBOGO KABUPATEN SUBANG PERIODE MARET S.D MEI TAHUN 2016


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record