Show simple item record

dc.creatorArdenny, Ardenny
dc.creatorW, Delvira
dc.date2018-10-13
dc.date.accessioned2019-11-06T14:07:33Z
dc.date.available2019-11-06T14:07:33Z
dc.identifierhttp://jurnal.pkr.ac.id/index.php/JPK/article/view/21
dc.identifier.urihttp://r2kn.litbang.kemkes.go.id:8080/xmlui/handle/123456789/34070
dc.descriptionPembangunan kesehatan menuju Indonesia Sehat 2020 bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat setinggi–tingginya melalui terciptanya masyarakat, bangsa dan negara Indonesia yang ditandai dengan penduduknya yang hidup dengan perilaku dalam lingkungan yang sehat memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata. Hal ini didasari dari paradigma sehat antara lain terjadinya pergeseran dari pelayanan medis kepemulihan kesehatan sehingga setiap upaya penanggulangan masalah kesehatan lebih menonjolkan aspek peningkatan (promotif), pencegahan (preventif) dibanding pengobatan (kuratif). Langkah nyata untuk mewujudkan sasaran tersebut telah terbit SK/MENKES/No. 564/ 2006 tentang pedoman pelaksanaan desa siaga dengan mengambil kebijakan bahwa seluruh desa di Indonesia menjadi desa siaga pada akhir tahun 2008 (Depkes RI, 2007). Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi perkembangan desa siaga di Wilayah kerja Puskesmas Kerumutan Pangkalan Kerinci. Jenis Penelitian ini bersifat deskriptif korelasi dengan rancangan chi square. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan stratified random sampling yaitu sebanyak 212 orang. Analisis data yang digunakan adalah univariat (central tendency) dan bivariate (uji chi square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara statistik terdapat sebagian besar tidak tersedianya bidan di desa siaga yaitu sebanyak 115 orang (54,2%), kader tidak aktif dalam kegiatan desa siaga yaitu sebanyak 113 orang (53,3%), dan sarana prasarana tidak tersedia di desa siaga yaitu sebanyak 109 orang (51,4%).Sedangkan hubungan antar variabel di dapatkan data bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor bidan (p=0,001), kader (p=0,001), dan sarana prasarana (p=0,001) terhadap perkembangan desa siaga di wilayah kerja Puskesmas Kerumutan Pangkalan Kerinci. Disarankan pada responden masyarakat dapat meningkatkan kesadarannya dalam meningkatakan derajat kesehatan melalui pembinaan oleh bidan desa dan kader kesehatan yang sudah terlatih. Peran serta masyarakat dalam pengembangan desa siaga juga memberikan kontribusi dalam mewujudkan derajat kesehatan yang optimal.en-US
dc.formatapplication/pdf
dc.languageeng
dc.publisherPusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Kemenkes Riauen-US
dc.relationhttp://jurnal.pkr.ac.id/index.php/JPK/article/view/21/19
dc.rightsCopyright (c) 2014 JURNAL PROTEKSI KESEHATANen-US
dc.sourceJURNAL PROTEKSI KESEHATAN; Vol 3 No 1 (2014): JURNAL PROTEKSI KESEHATANen-US
dc.sourceJURNAL PROTEKSI KESEHATAN; Vol 3 No 1 (2014): JURNAL PROTEKSI KESEHATANid-ID
dc.source2302-8610
dc.titleFAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN DESA SIAGA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KERUMUTAN PANGKALAN KERINCI TAHUN 2013en-US
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/article
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.coverage-en-US


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record