Show simple item record

dc.contributorid-ID
dc.creatorBudiyanto, Anif; loka baturaja litbangkes
dc.creatorAmbarita, Lasbudi Pertama; Loka Litbang P2B2 Baturaja
dc.creatorSalim, Milana; Loka Litbang P2B2 Baturaja
dc.date2017-12-28
dc.date.accessioned2019-11-16T01:37:15Z
dc.date.available2019-11-16T01:37:15Z
dc.identifierhttp://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/aspirator/article/view/5998
dc.identifier10.22435/aspirator.v9i2 Des.5998.51-60
dc.identifier.urihttp://r2kn.litbang.kemkes.go.id:8080/xmlui/handle/123456789/37253
dc.descriptionAbstract. Muara Enim Regency is one of endemic malaria area in South Sumatera Province. The number of malaria clinical cases in 2015 is 9.382 cases with positive confirmed by microscopy is 143 cases (Annual parasite incidence = 0,26%o). There were no information or publication confirmed the vector of malaria in this regency. The aims of this study was to confirm species of Anopheles as malaria vector and its biting behavior in Muara Enim Regency. The study carried out two activity that were mosquito collection (indoor and outdoor) starts from 18.00 hours until 06.00 in the morning, and survey of the breeding habitat of pre-adult mosquito. The total of Anopheles mosquitoes collected were 1.443 and 200 mosquitoes were prepared for sporozoit identification by ELISA (enzyme-linked immunosorbent assay) method. Two species of Anopheles (of four mosquitoes), Anopheles sinensis and An. vagus, were confirmed sporozoit positive. Anopheles sinensis tends to bite outdoors while An. vagus prefer indoors. Both species actively biting at 9 p.m. until 4 a.m.Keywords: Anopheles sinensis, Anopheles vagus, Malaria Vector, Muara Enim RegencyAbstrak. Kabupaten Muara Enim merupakan kabupaten endemis malaria di Provinsi Sumatera Selatan. Angka kasus malaria klinis pada tahun 2015 berjumlah 9.382 penderita dan kasus malaria positif berjumlah 143 penderita (API=0,26 %o). Sampai saat ini belum diketahui spesies nyamuk Anopheles yang menjadi vektor malaria di Kabupaten Muara Enim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui spesies nyamuk Anopheles yang menjadi vektor malaria di Kabupaten Muara Enim dan bagaimana perilaku menggigitnya. Kegiatan yang dilakukan adalah survei entomologi dengan melakukan penangkapan nyamuk dewasa dari jam 18.00-06.00 WIB dan survei tempat perkembangbiakan nyamuk di lokasi penelitian. Sebanyak 1.443 ekor nyamuk Anopheles spp. berhasil dikoleksi, dan 200 ekor diantaranya diperiksa dengan metode ELISA untuk mengetahui adanya sporozoit. Empat ekor dikonfirmasi mengandung sporozoit yaitu spesies An. sinensis dan An. vagus. Anopheles sinensis lebih suka menggigit di luar rumah sedangkan An. vagus lebih suka menggigit di dalam rumah. Keduanya aktif menggigit pada jam 21.00-04.00 WIB.Kata Kunci: Anopheles sinensis, Anopheles vagus, Vektor malaria, Kabupaten Muara Enimid-ID
dc.formatapplication/pdf
dc.languageid
dc.publisherMinistry of Health Republic of Indonesia, NIHRDen-US
dc.sourceAspirator : Jurnal Penelitian Penyakit Tular Vektor; Vol 9, No 2 (2017); 51-60id-ID
dc.sourceASPIRATOR - Jurnal Penelitian Penyakit Tular Vektor (Journal of Vector-borne Diseases Studies); Vol 9, No 2 (2017); 51-60en-US
dc.subjectid-ID
dc.subjectAnopheles sinensis, Anopheles vagus, Malaria Vector, Muara Enim Regencyid-ID
dc.titleKonfirmasi Anopheles sinensis dan Anopheles vagus sebagai Vektor Malaria di Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatanid-ID
dc.typeen-US
dc.typeid-ID


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record