Show simple item record

dc.contributorid-ID
dc.creatorRuliansyah, Andri
dc.creatorYuliasih, Yuneu; Loka Litbang P2B2 Ciamis
dc.creatorRidwan, Wawan; Loka Litbang P2B2 Ciamis
dc.creatorKusnandar, Asep Jajang; Loka Litbang P2B2 Ciamis
dc.date2017-12-28
dc.date.accessioned2019-11-16T01:37:15Z
dc.date.available2019-11-16T01:37:15Z
dc.identifierhttp://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/aspirator/article/view/6474
dc.identifier10.22435/aspirator.v9i2 Des.6474.85-90
dc.identifier.urihttp://r2kn.litbang.kemkes.go.id:8080/xmlui/handle/123456789/37256
dc.descriptionAbstract. Tasikmalaya is one of the DHF endemic area in West Java. In 2012 Tasikmalaya Government set the status of DHF Outbreak. DHF cases spread across Sub District. The purpose of this research is to recognize the spread of DHF incident in Tasikmalaya, so it can be used by surveillance in reducing the number of dengue cases. Efforts to reduce the number of dengue fever cases are by increasing surveillance knowledge about analysis of surveillance data. This research used cross-sectional design and spatial analysis of dengue cases in Tasikmalaya (2011 – 2015) using autocorrelation method of Moran index and nearest neighbour analysis. The research was conducted in Tasikmalaya, West Java. Research is carried out for 3 months in 2016. The result showed that DHF distribution showed positive spatial autocorrelation in every year from 2011 to 2015. The pattern of spread of dengue cases is cluster (occurs in clumps). So the areas where cases clustered occured are areas that are susceptible to dengue disease.Keywords: Moran index, DHF, spatial distributionAbstrak. Kota Tasikmalaya merupakan salah satu wilayah endemis DBD di Provinsi Jawa Barat, pada tahun 2012 Pemerintah Kota Tasikmalaya menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue (DBD). Kasus DBD tersebar di seluruh kecamatan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui persebaran kasus DBD di Kota Tasikmalaya, sehingga dapat dimanfaatkan oleh surveilans dalam menekan angka kasus DBD. Upaya untuk menekan angka kasus DBD diantaranya dengan peningkatan pengetahuan sumber daya manusia tentang analisis data surveilans. Desain penelitian menggunakan cross-sectional dan analisis spasial kasus DBD di Kota Tasikmalaya Tahun 2011 – 2015 menggunakan metode autokorelasi indeks Moran dan analisis nearest neighbour. Penelitian dilakukan di Kota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat. Penelitian dilakukan selama 3 bulan di tahun 2016. Hasil yang didapatkan yaitu persebaran DBD menunjukkan adanya autokorelasi spasial positif pada setiap tahun dari tahun 2011-2015. Pola sebaran kasus DBD adalah cluster (terjadi secara mengelompok). Sehingga wilayah-wilayah yang terjadi pengelompokan (cluster) kasus merupakan daerah yang rentan terhadap penyakit DBD.Kata Kunci: Indeks Moran, DBD, distribusi spasialid-ID
dc.formatapplication/pdf
dc.languageid
dc.publisherMinistry of Health Republic of Indonesia, NIHRDen-US
dc.relationhttp://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/aspirator/article/downloadSuppFile/6474/18676
dc.sourceAspirator : Jurnal Penelitian Penyakit Tular Vektor; Vol 9, No 2 (2017); 85-90id-ID
dc.sourceASPIRATOR - Jurnal Penelitian Penyakit Tular Vektor (Journal of Vector-borne Diseases Studies); Vol 9, No 2 (2017); 85-90en-US
dc.subjectid-ID
dc.subjectMoran index, DHF, spatial distributionid-ID
dc.titleAnalisis Spasial Sebaran Demam Berdarah Dengue di Kota Tasikmalaya Tahun 2011 – 2015id-ID
dc.typeen-US
dc.typeid-ID


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record