Show simple item record

dc.creatorSyariah, Siti Nur
dc.creatorSuyana, Suyana
dc.creatorWasilah, Siti Zainatun
dc.date2019-05-28
dc.date.accessioned2019-12-01T12:03:13Z
dc.date.available2019-12-01T12:03:13Z
dc.identifierhttp://eprints.poltekkesjogja.ac.id/1128/1/1.Awal.pdf
dc.identifierhttp://eprints.poltekkesjogja.ac.id/1128/2/2.Abstract.pdf
dc.identifierhttp://eprints.poltekkesjogja.ac.id/1128/3/3.Chapter%201.pdf
dc.identifierhttp://eprints.poltekkesjogja.ac.id/1128/4/4.Chapter%202.pdf
dc.identifierhttp://eprints.poltekkesjogja.ac.id/1128/5/5.Chapter%203.pdf
dc.identifierhttp://eprints.poltekkesjogja.ac.id/1128/7/6.%20Chapter%204.pdf
dc.identifierhttp://eprints.poltekkesjogja.ac.id/1128/6/7.Conclusion.pdf
dc.identifierhttp://eprints.poltekkesjogja.ac.id/1128/8/8.References.pdf
dc.identifierhttp://eprints.poltekkesjogja.ac.id/1128/9/9.Appendices.pdf
dc.identifierSyariah, Siti Nur and Suyana, Suyana and Wasilah, Siti Zainatun (2019) UJI DAYA HAMBAT MINYAK ATSIRI SEREH WANGI (Cymbopogon nardus L. Rendle) TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Aspergillus flavus. skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
dc.identifier.urihttp://r2kn.litbang.kemkes.go.id:8080/xmlui/handle/123456789/40541
dc.descriptionLatar Belakang : Indonesia merupakan salah satu negara beriklim tropis dengan kelembapan yang tinggi. Hal tersebut menjadi faktor utama penyebab infeksi jamur yaitu otomikosis yang disebabkan oleh jamur Aspergillus flavus. Pengobatan otomikosis biasa dengan memberikan obat antifungi golongan azol yang dapat memberikan efek menguntungkan dan merugikan. Pengobatan otomikosis dapat dilakukan dengan berbagai macam herbal. Salah satu bahan herbal yang digunakan adalah sereh wangi. Sereh wangi mengandung minyak atsiri 0,4% dan didalam minyak atsiri sereh wangi terkandung senyawa Sitronellal 32 – 45% dan Geraniol 12 – 15% yang memiliki kemampuan sebagai antijamur. Tujuan : Mengetahui daya hambat minyak atsiri sereh wangi terhadap pertumbuhan jamur Aspergillus flavus. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan Post Test Only Control Group Design. Subyek penelitian adalah jamur Aspergillus flavus berumur 24 jam yang diinokulasikan pada media SDA dan diberi minyak atsiri dengan berbagai konsentrasi 0,5 %, 1,0 %, 1,5 %, 2,0 %. Pengamatan daya hambat minyak atsiri sereh wangi sebagai antifungi dengan mengukur diameter zona hambat menggunakan jangka sorong. Hasil : Rata – rata diameter zona pertumbuhan jamur Aspergillus flavus pada berbagai konsentrasi yaitu 0,5%; 1,0%; 1,5%; 2,0% adalah 9,11 mm; 12,03 mm; 13,62 mm 16,81 mm. Semakin tinggi konsentrasi minyak atsiri maka semakin lebar diameter zona hambatnya. Tingkat sensitivitasnya berturut-turut adalah intermediate, sensitif, sensitif, sensitif. Tingkat efektivitasnya adalah kurang efektif, cukup efektif, efektif, sangat efektif. Hasil analisa statistik menunjukkan adanya perbedaan rerata diameter zona hambat berbagai konsentrasi minyak atsiri sereh wangi terhadap daya hambat pertumbuhan jamur Aspergillus flavus. Kesimpulan : Berbagai konsentrasi minyak atsiri sereh wangi berpengaruh secara signifikan terhadap penghambataan pertumbuhan jamur Aspergillus flavus. Kata Kunci : Minyak Atsiri sereh wangi, Aspergillus flavus, antifungi
dc.formattext
dc.formattext
dc.formattext
dc.formattext
dc.formattext
dc.formattext
dc.formattext
dc.formattext
dc.formattext
dc.languageen
dc.languageen
dc.languageen
dc.languageen
dc.languageen
dc.languageen
dc.languageen
dc.languageen
dc.languageen
dc.relationhttp://eprints.poltekkesjogja.ac.id/1128/
dc.subjectRZ Other systems of medicine
dc.titleUJI DAYA HAMBAT MINYAK ATSIRI SEREH WANGI (Cymbopogon nardus L. Rendle) TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Aspergillus flavus
dc.typeThesis
dc.typeNonPeerReviewed


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record