Show simple item record

dc.creatorNur Hidayah
dc.date2017
dc.date.accessioned2019-12-01T13:54:39Z
dc.date.available2019-12-01T13:54:39Z
dc.identifierhttp://repository.poltekkes-smg.ac.id//index.php?p=show_detail&id=13292
dc.identifierhttp://repository.poltekkes-smg.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/cover_nur.png.png
dc.identifier.urihttp://r2kn.litbang.kemkes.go.id:8080/xmlui/handle/123456789/54473
dc.descriptionANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUD KABUPATEN BATANGOleh : Nur Hidayah Abstrak Nurhidayah, Elisa Ulfiana, Sri WahyuniAnalisis Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum Di RSUD Kabupaten Batangxii, 5 bab, 81 halaman, 13 tabel, 2 gambar, 6 lampiranAngka kematian bayi (AKB) tahun 2015 sebesar 22,23 per 1.000 kelahiran hidup. Upaya penurunan angka kematian neonatal (0-28 hari) menjadi penting karena kematian neonatal memberi kontribusi terhadap 59% kematian bayi (Kemenkes RI, 2016). Jumlah angka kematian bayi di Kabupaten Batang tahun 2016 sebanyak 193 bayi (urutan ketiga sejawa tengah) terdiri dari 53 bayi BBLR, 18 bayi asfiksia, 16 bayi kelainan konginetal, 13 bayi Pneumonia, 9 diare dan 82 lain-lain (Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, 2016). Tujuan penelitian dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor-faktor dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Kabupaten Batang.Penelitian ini dilakukan di RSUD Kabupaten Batang. Penelitian menggunakan desain survai analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh bayi yang lahir di RSUD Kabupaten Batang pada bulan Mei 2017 sebanyak 160 bayi. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Alat pengumpul data menggunakan check list.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan perdarahan antepartum (?: 0,000), partus lama atau macet (?: 0,003), infeksi berat (?: 0,000), kehamilan lebih bulan (?: 0,001), air ketuban mekonium (?: 0,000) dengan kejadian asfiksia neonatorum. Tidak ada hubungan preeklampsia dan eklampsia (?: 1,000), bayi kurang bulan atau premature (?: 0,067), kelainan plasnsenta (?:0,866) dengan kejadian asfiksia neonatorum. Dari hasil penelitian ini diharapkan bidan dapat meningkatkan kualitas pelayanan antenatal care melalui antenatal care secara teratur sebagai upaya pencegahan kejadian asfiksia neonatorum dari faktor ibu. Kata kunci : Faktor Risiko, Kejadian asfiksia neonatorum
dc.descriptionxii+81;38;15
dc.formatSkripsi D IV
dc.languageid
dc.publisherProdi DIV Kebidanan Semarang POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
dc.subjectNUR HIDAYAH
dc.titleANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUD KABUPATEN BATANG
dc.locationPOLTEKKES KEMENKES SEMARANG


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record