Show simple item record

dc.date2017
dc.date.accessioned2019-12-01T13:56:04Z
dc.date.available2019-12-01T13:56:04Z
dc.identifierhttp://repository.poltekkes-smg.ac.id//index.php?p=show_detail&id=13569
dc.identifier.urihttp://r2kn.litbang.kemkes.go.id:8080/xmlui/handle/123456789/54736
dc.descriptionABSTRAKASUHAN KEPERAWATAN KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAPAS PADA NY. P DENGAN TUBERKULOSIS PARU DI RUANG MELATI 1RSUD dr. LOEKMONO HADI KUDUSOleh :Intan Laili Rossalinda ( P1337420414047 )Penulisan laporan kasus ini bertujuan agar penulis mampu menyusun dan melakukan asuhan keperawatan ketidakefektifan bersihan jalan napas pada klien dengan Tuberkulosis Paru. Tuberkulosis Paru merupakan infeksi saluran napas bawah yang disebabkan oleh mikroorganisme Mycobacterium Tuberkulosis, biasanya ditularkan melalui inhalasi percikan ludah (droplet) dari satu individu ke individu lainnya dan membentuk kolonisasi di bronkiolus atau alveolus. Berkembangnya bakteri di alveoli akan memicu sistem kekebalan tubuh untuk bekerja sehingga terjadi reaksi inflamasi. Rekasi tersebut akan mengakibatkan penumpukan eksudat dan muncul masalah ketidakefektifan bersihan jalan napas. Intervensi yang bisa dilakukan antara lain ukur TTV, kaji fungsi pernapasan, posisikan pasien semi fowler, ajarkan tehnik batuk efektif, berikan terapi O2, berikan obat sesuai indikasi. Penulisan Karya Tulis Ilmiah ini menggunakan metoda deskriptif.Asuhan keperawatan diberikan pada Ny. P berumur 58 tahun. Klien mengatakan sesak napas, batuk produktif dan dahak sulit keluar. Saat auskultasi paru terdengar suara napas ronchi. Diagnosa yang ditegakkan ketidakefektifan bersihan jalan napas b/d penumpukan produksi sekret. Tujuannya : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam diharapkan bersihan jalan napas efektif dengan kriteria hasil : mampu mengeluarkan sekret, mampu melakukan batuk efektif, tidak menggunakan bantuan otot pernapasan saat inspirasi, tidak terdengar suara ronchi, RR normal 16-20x/menit. Dengan intervensi kaji fungsi pernapasan, beri posisi semi fowler, ajarkan tehnik batuk efektif, ukur TTV, kolaborasi pemberian O2 dan nebulizer.Pengkajian ketidakefektifan bersihan jalan napas difokuskan pada pemeriksaan pernapasan. Penegakan diagnosa menggunakan PESS (problem, etiologi, symtomp dan sign). Tindakan dilakukan sesuai rencana yang telah dibuat, dan respon klien dapat menjawab kriteria hasil dan tujuan. Evaluasi digunakan untuk membandingkan keadaan pasien dengan kriteria hasil.Kata Kunci :Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas, Tuberkulosis Paru
dc.descriptionXII + 45 hlm.; 2 cm
dc.formatTugas Akhir D3
dc.languageid
dc.publisherPRODI D III KEPERAWATAN BLORA POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
dc.titleASUHAN KEPERAWATAN KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAPAS PADA NY.P DENGAN TUBERKULOSIS PARU DI RUANG MELATI I RSUD DR. LOEKMONO HADI KUDUS


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record