Show simple item record

dc.creatorWidya Ayu Krisnawati
dc.date2017
dc.date.accessioned2019-12-01T13:56:33Z
dc.date.available2019-12-01T13:56:33Z
dc.identifierhttp://repository.poltekkes-smg.ac.id//index.php?p=show_detail&id=13654
dc.identifier.urihttp://r2kn.litbang.kemkes.go.id:8080/xmlui/handle/123456789/54819
dc.descriptionABSTRAKASUHAN KEPERAWATAN JIWAPADA Tn. W DENGAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI : HALUSINASI PENDENGARAN DI RUANG NAKULARSJD dr. ARIF ZAINUDIN SURAKARTAOleh :Widya Ayu Krisnawati (P1337420414045)Penulisan laporan kasus ini bertujuan agar penulis mampu menerapkan asuhan keperawatan jiwa pada Tn. W dengan Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran. Halusinasi didefinisikan sebagai terganggunya persepsi sensori seseorang, dimana tidak terdapat stimulus eksternal. Strategi Pelaksanaan yang dapat digunakan antara lain mengenal halusinasi dan mengontrol halusinasi dengan menghardik, mengontrol halusinasi dengan menggunakan obat secara teratur, mengontrol halusinasi dengan bercakap-cakap dengan orang lain dan mengontrol halusinasi dengan melakukan aktivitas yang terjadwal.Penulisan Karya Tulis Ilmiah ini menggunakan metoda deskriptif meliputi pengkajian, perumusan diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi untuk menggambarkan hasil asuhan keperawatan dengan berfokus pada salah satu masalah penting sesuai kasus yang dipilih.Semua perencanaan yang penulis rencanakan dapat terlaksana selama 4 hari pelaksanaan dan diperoleh hasil yaitu masalah halusinasi pendengaran masih ada pada klien. Halusinasi pendengaran dapat terkontrol dengan cara menghardik, menggunakan obat secara teratur, bercakap-cakap dengan orang lain dan melakukan aktivitas yang terjadwal.Kurangnya pemahaman klien tentang anjuran dan tindakan yang dilakukan penulis karena klien yang kurang edukasi mengenai anjuran dan tindakan yang akan diberikan kepadanya dan tidak hadirnya faktor pendukung seperti keluarga, teman, atau dinas sosial saat proses pengkajian juga menjadi faktor penghambat selama melakukan asuhan keperawatan pada klien.Keluarga diharapkan mampu memberi dukungan pada klien dalam mengotrol halusinasinya baik di rumah sakit maupun di rumah. Seperti halnya kunjungan secara periodik ke rumah sakit, mau mendengarkan keluhan yang dirasakan oleh klien ataupun mengingatkan klien untuk minum obat sangat berpengaruh terhadap proses kesembuhan klien. Keluarga yang mendukung klien secara konsisten akan membuat klien mandiri dan patuh mengikuti program pengobatan.Kata kunci : Gangguan Persepsi Sensori, Halusinasi Pendengaran
dc.descriptionXII + 42 hlm.; 2 cm
dc.formatTugas Akhir D3
dc.languageid
dc.publisherJURUSAN KEPERAWATAN POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
dc.subjectGangguan Persepsi Sensori, Halusinasi Pendengaran
dc.titleAsuhan Keperawatan Jiwa pada Tn. W dengan Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi Pendengaran di Ruang Nakula RSJD dr. Arif Zainudin Surakarta
dc.locationPRODI D III KEPERAWATAN BLORA


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record