Show simple item record

dc.creatorINTAN KUSUMA DEWI
dc.date2018
dc.date.accessioned2019-12-01T14:11:31Z
dc.date.available2019-12-01T14:11:31Z
dc.identifierhttp://repository.poltekkes-smg.ac.id//index.php?p=show_detail&id=16610
dc.identifierhttp://repository.poltekkes-smg.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/INTAN_KUSUMA_DEWI.jpg.jpg
dc.identifier.urihttp://r2kn.litbang.kemkes.go.id:8080/xmlui/handle/123456789/57524
dc.descriptionHipertensi merupakan suatu keadaan tanpa gejala dimana tekanan yang abnormal tinggi di dalam arteri sehingga menyebabkan meningkatnya risiko terhadap stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal. Nyeri kepala adalah perasaan rasa tidak nyaman yang menyerang daerah tengkorak (kepala) mulai dari kening kearah atas sampai belakang kepala (tengkuk leher). Angka penyakit hipertensi di Indonesia terus meningkat di karenakan adanya faktor risiko gaya hidup yang ada di masyarakat seperti mengkonsumsi lemak dan garam tinggi, kebiasaan merokok, makan secara berlebihan, minum-minuman yang mengandung alkohol, dan stress emosional sehingga dapat menyebabkan penyakit hipertensi semakin meningkat. Gejala yang dikeluhkan oleh penderita hipertensi antara lain sakit kepala (nyeri), kelelahan, mual, muntah, sesak nafas, gelisah dan pandangan kabur. Namun keluhan yang sering dirasakan dan sering dijumpai adalah sakit kepala (nyeri). Pada studi kasus ini penulis menggunakan metode deskriptif. Studi kasus ini dilakukan selama 3 hari pada bulan April tahun 2018. Hasil studi kasus yang dilakukan dengan menggunakan 2 subjek penelitian yang telah sesuai dengan kriteria inklusi didapatkan data bahwa pasien 1 dan pasien 2 menunjukan respon yang berbeda, hasil dari intervensi masalah keperawatan nyeri kepala yang dilakukan oleh Intan juga menghasilkan respon yang sama dengan hasil pasien 1 nyeri dan pasien 2 masalah belum teratasi sepenuhnya. Masalah yang dikatakan teratasi yaitu nyeri kepala berkurang atau hilang dengan skala 0 dengan menggunakan management nyeri. Namun, pada pasien 1 dan pasien 2 masih mengalami nyeri kepala pada pasien 1 dengan skala 2 dan pasien 2 dengan skala 3. Mampu mengontrol nyeri (tahu penyebab nyeri, mampu menggunakan teknik non farmakologi untuk mengurangi nyeri), pasien menyatakan rasa nyaman setelah nyeri berkurang, pasien mampu mengenali nyeri (skala, intensitas, frekuensi, dan tanda-tanda nyeri).Kata kunci : Nyeri Kepala, Hipertensi.
dc.formatTugas Akhir D3
dc.languageid
dc.publisherProdi VI Keperawatan Pekalongan POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
dc.subjectKEPERAWATAN PENYAKIT DALAM - NYERI KEPALA -HIPERT
dc.titleASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN FOKUS STUDI NYERI KEPALA DI RUANG MELATI RSUD KALISARI BATANG
dc.locationPRODI DIII KEPERAWATAN PEKALON


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record