Show simple item record

dc.date2019
dc.date.accessioned2019-12-01T14:18:44Z
dc.date.available2019-12-01T14:18:44Z
dc.identifierhttp://repository.poltekkes-smg.ac.id//index.php?p=show_detail&id=17920
dc.identifierhttp://repository.poltekkes-smg.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Cover_KTI.jpg.jpg
dc.identifier.urihttp://r2kn.litbang.kemkes.go.id:8080/xmlui/handle/123456789/58784
dc.descriptionLatar belakang : Menurut Yayasan Stroke Indonesia (YASTROKI) (2012), jumlah penderita stroke di Indonesia terbanyak dan menduduki urutan pertama di Asia. Stroke juga merupakan penyebab kecacatan serius menetap nomor 1 di seluruh dunia. Hasil data Riset Kesehatan Dasar (Riskesda) tahun 2013 menentukan prevelensi stroke di Indonesia sebesar 12,1 per 1000 penduduk. Angka tersebut naik sebesar 8,3% dibandingkann Riskesda tahun 2007. Wayunah, Muhammad Saefulloh (2016). Di Pekalongan sendiri, Dinas Kesehatan Kota Pekalongan mencatat kasus penderita penyakit stroke di Kota Pekalongan pada tahun 2017 mengalami peningkatan, tahun 2016 tercatar terdapat 383 kasus penderita penyakit stroke dan tahun 2017 meningkat menjadi 484 kasus penderita penyakit stroke. Di Puskesmas Dukuh Kota Pekalongan sendiri pada tahun 2017 tercatat 7 kasus penderita penyakit stroke dan pada tahun 2018 meningkat menjadi 21 kasus penderita penyakit stroke. Pada 9 dari 10 penderita stroke beresikomengalami kelumpuhan pada tingkatan tertentu setelah mengalami stroke. Biasanya kelumpuhan pada penderita stroke terjadi di sisi tubuh yang berlawanan dengan sisi otak yang rusak karena stroke. Namun, kelumpuhan juga bisa terjadi dan memengaruhi bagian tubuh manapun. Metode: Penulis melakukan penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus di wilayah Puskesdmas Dukuh Kota Pekalongan pada tanggal 09 April 2019 sampai 11 April 2019. Langkah yang dilakukan yaitu mengumpulkan data, menganalisa data, membuat diagnosa keperawatan, membuat intervensi, melaksanakan tindakan keperawatan dan membuat evaluasi keperawatan. Hasil: Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x kunjungan dengan durasi 60 menit untuk mencapai untuk mencapai tujuan jangka panjang dan jangka pendek, tujuan jangka panjang, setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan kerusakan integritas kulit dapat teratasi dan terjadi peningkatan mobilisasi pasien. Tujuan jangka paendek setelah dilakukan kunjungan rumah sebanyak 3x kunjungan dengan durasi 60 menit, diharapkan keluarga mampu merawat anggota keluarga yang menderita penyakit stroke dengan kerusakan integritas kulit, keluarga mengerti tentang kerusakan integritas kulit, keluarga mampu melatih mobilisasi pasien. Kesimpulan: Masalah kerusakan integritas kulit pada kedua pasien belum teratasi sehingga memerlukan intervensi lanjutan untuk mencapai kriteria hasil yang diharapkan.Kata kunci :Kerusakan integritas kulit, dekubitus, asuhan keperawatan.
dc.formatTugas Akhir D3
dc.languageid
dc.publisherProdi VI Keperawatan Pekalongan POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
dc.titlePENGELOLAAN KEPERAWATAN KERUSAKAN INTEGRITAS KULIT PADA KELUARGA DENGAN PASIEN STROKE DI WILAYAH PUSKESMAS DUKUH KOTA PEKALONGAN


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record