Show simple item record

dc.creatorAyu Ramadlan
dc.date2019
dc.date.accessioned2019-12-01T14:24:38Z
dc.date.available2019-12-01T14:24:38Z
dc.identifierhttp://repository.poltekkes-smg.ac.id//index.php?p=show_detail&id=19045
dc.identifierhttp://repository.poltekkes-smg.ac.id//lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/Cover_Ayu_Ramadlan.jpg.jpg
dc.identifier.urihttp://r2kn.litbang.kemkes.go.id:8080/xmlui/handle/123456789/59874
dc.descriptionLalat merupakan serangga yang mampu berpindah dari satu tempat ke tempat lain dan berperan sebagai vektor penyakit. Serangga ini menggunakan limbah organik sebagai salah satu sumber makanan bagi larvanya. Area peternakan merupakan salah satu tempat usaha yang menghasilkan limbah organik yang memiliki potensi sebagai media hidup bagi larva lalat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan beberapa jenis dan dosis arang terhadap jumlah larva lalat. Jenis penelitian ini adalah eksperimen murni/true dengan desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial. Penggunaan metode RAL Faktorial mempunyai 2 faktor yaitu faktor pertama (F1) adalah jenis arang dengan 3 jenis yaitu arang kayu, arang sekam padi dan arang tempurung kelapa. Faktor kedua (F2) adalah dosis arang dengan 4 level yaitu 2,5% (5 gram ), 5% (10 gram ), 7,5% (15 gram ) dan 10% (20 gram ). Data dianalisis dengan perhitungan Analisis Varians (Two Way ANOVA) dengan Uji lanjut LSD (Least Significant Difference).Hasil Penelitian menunjukkan bahwa penambahan jenis arang pada tinja ayam petelur memiliki nilai significan atau nilai p= 0,000 < ? (0,05) artinya ada pengaruh penambahan jenis arang dengan jumlah larva lalat. Jenis arang yang berpengaruh terhadap jumlah larva lalat pada tinja ayam petelur yaitu arang sekam padi paling besar jika dibanding arang kayu maupun tempurung kelapa. Dosis arang yang ditambahkan pada tinja ayam petelur memiliki nilai significan atau nilai p = 0,000 < ? (0,05) artinya ada pengaruh penambahan dosis arang dengan jumlah larva lalat. Dosis arang yang jumlah larva lalat paling rendah terdapat pada dosis 10 % baik pada arang kayu dan sekam padi dengan hasil tidak temukan larva lalat. Hasil kombinasi antara jenis dan dosis arang tidak ada pengaruh karena nilai p=0,116 > ? (0,05). Kesimpulan penelitian adalah penambahan beberapa jenis dan dosis arang berpengaruh terhadap jumlah larva lalat. Jenis yang berpengaruh paling besar adalah sekam padi dan dosisnya adalah 10% dengan hasil tidak ditemukan larva lalat. Disarankan agar peneliti lain melakukan penelitian dengan dosis, jenis maupun waktu pemaparan yang lebih variatif dan dapat menggunakan arang tempurung kelapa dengan dosis yang lebih tinggi untuk memperoleh hasil perhitungan jumlah larva lalat hingga 0.
dc.descriptionXVII + 111 halaman : gambar, tabel, lampiran
dc.formatSkripsi Profesi
dc.languageid
dc.publisherProdi DIV Kesehatan Lingkungan Purwokerto POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
dc.subjectdosis arang
dc.subjectjenis aranng
dc.subjectlarva lalat
dc.subjecttinja ayam petelur
dc.titlePENGARUH PENAMBAHAN BEBERAPA JENIS DAN DOSIS ARANG PADA TINJA AYAM PETELUR TERHADAP JUMLAH LARVA LALAT 2019


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record