Show simple item record

dc.creatorYenny Yuanita Rumengan
dc.date2016
dc.date.accessioned2019-12-01T21:22:36Z
dc.date.available2019-12-01T21:22:36Z
dc.identifierhttp://perpustakaan.bppsdmk.kemkes.go.id//index.php?p=show_detail&id=6168
dc.identifier.urihttp://r2kn.litbang.kemkes.go.id:8080/xmlui/handle/123456789/65400
dc.descriptionLatar Belakang : Rencana Strategis Kementerian Kesehatan RI 2015-2019 (Renstra), menyebutkan bahwa penyebab kematian terbesar pada usia sekolah dan remaja adalah akibat kecelakaan transportasi. WHO juga mencanangkan gerakan dasawarsa keselamatan jalan raya pada 2011 hingga 2020 dengan target mengurangi jumlah korban mencapai 50% akibat adanya perubahan besar dalam 10 peringkat penyakit di dunia, dimana cedera akibat kecelakaan di jalan raya diproyeksikan akan menjadi peringkat ketiga pada tahun 2020.Tujuan : Mengkaji dan menganalisa distribusi geografis dan tren cedera akibat kecelakaan lalu lintas di jalan raya di Indonesia.Metode : Penelitian ini merupakan analisis lanjut data kesehatan masyarakat Rise Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 dengan desain penelitian yang digunakan adalah potong lintang (cross sectional). Desain penelitian dilakukan menggunakan analisis deskriptif (untuk estimasi prevalensi dan proporsi), analisis analitik/ komparatif (mencari hubungan variabel dan besaran risiko/OR) dan analisis spasial dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis.Hasil : Hasil analisis data tahun 2007 memperlihatkan kelompok umur Dewasa dan lansia, petani memiliki peluang lebih besar dibandingkan yang lainnya. Tahun 2013 kelompok umur dewasa, lansia dan remaja, kelompok pekerja Pegawai dan Buruh, serta kelompok status ekonomi menengah atas dan teratas lebih berpeluang mengalami cedera. Frekuensi cedera tertinggi di provinsi Jawa Timur berdasarkan data Riskesdas tahun 2007 dan 2013, sedangkan frekuensi keparahan cedera tertinggi tahun 2007 di provinsi Jawa Timur dan tahun 2013 tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Jawa Timur di posisi kedua dengan perbedaan yang tipis. Menurut wilayah provinsi Jawa Timur terlihat bahwa pada tahun 2007, prevalensi kejadian cedera akibat kecelakaan lalu lintas tertinggi terdapat di kota Kediri sedangkan tahun 2013 prevalensi tertinggi terdapat di kota Surabaya. Keparahan kejadian cedera tahun 2007 tertinggi di kabupaten Malang sedangkan pada tahun 2013 ada peningkatan prevalensi dengan tertinggi di kabupaten Lumajang.Kesimpulan : Cedera akibat kecelakaan lalu lintar meningkat secara nasional pada tahun 2013. Angka cedera dan keparah ncedera akibat kecelakaan lalu lintas berdasarkan wilayah provinsi meningkat terutama di Provinsi Jawa Timur. Faktor utama penyebab kecelakaan lalu lintas adalah pengendara (human error) yang kurang memiliki ketaatan pada aturan lalu lintas. Ketaatan pada peraturan berkaitan dengan faktor pendidikan yang harus dimulai sedini mungkin. Integritas ketika berkendara sangat diperlukan, dengan menghindari kegiatan yang mengundang risiko terjadinya kecelakaan.Kata kunci : cedera, kecelakaan, lalu lintas, riskesdas 2007 dan 2013, SIG
dc.description29,5 x 21,7 cm; xii; 76 hlm
dc.formatText
dc.languageid
dc.publisher
dc.subjectNONE
dc.titleThesis : Distribusi Geografis dan Tren Cedera Akibat Kecelakaan Lalu Lintas di Indonesia
dc.locationYogyakarta


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record