Show simple item record

dc.creatorAnton Pratama
dc.date2016
dc.date.accessioned2019-12-01T21:22:47Z
dc.date.available2019-12-01T21:22:47Z
dc.identifierhttp://perpustakaan.bppsdmk.kemkes.go.id//index.php?p=show_detail&id=6202
dc.identifier.urihttp://r2kn.litbang.kemkes.go.id:8080/xmlui/handle/123456789/65434
dc.descriptionAngka kematian Community-Acquired Pneumonia (CAP) di Indonesia menduduki peringkat keempat dan sepuluh penyakit terbanyak yang dirawat per tahun. Prinsip terapi utama CAP adalah pemberian antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan berbagai masalah. Pola penggunaan antibiotik di rumah sakit biasanya masih berdasarkan pengalaman klinik dan empiris, belum berdasarkan pada pola kuman dan sensitivitas dari antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kesesuaian jenis antibiotik empiris terhadap clinical outcome dan profil antibiogram pada pasien rawat inap dengan CAP di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional deskriptif-analitik dengan desain cohort retrospektif untuk meneliti evaluasi kesesuaian penggunaan antibiotik empiris dan deskriptif retrospektif untuk mengetahui gambaran antibiogram pasien rawat inap yang menderita CAP berusia > 18 tahun yang mendapatkan terapi antibiotik empiris yang menjalani rawat inap di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta periode Januari 2014-Desember 2015. Clinical outcome yang diamati adalah melalui parameter dinyatakan membaik oleh dokter dan/atau hasil terapi pasien berupa pemeriksaan x-ray thorax setelah lima hingga tujuh hari pemberian antibiotik empiris. Analisis data dilakukan secara deskriptif meliputi karakteristik pasien dan profil antibiogram. Selain itu, analisis menggunakan uji Chi-square dengan SPSS dilakukan pada data clinical outcome berupa membaik dan belum membaik untuk melihat hubungan kesesuaian jenis antibiotik empiris dan variabel perancu terhadap clinical outcome.Jumlah pasien pada penelitian ini sebanyak 72 pasien. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kesesuaian antibiotik empiris terhadap guideline yaitu 76,4% (55 pasien) sesuai dan 23,6% (17 pasien) tidak sesuai. Berdasarkan hasil analisis Chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kesesuaian antibiotik empiris terhadap clinical outcome pasien CAP dengan nilai p=0.007. Gambaran antibiogram pada pasien CAP adalah: pola bakteri yang menginfeksi pasien CAP yaitu Gram negative sebesar 47,7% dan bakteri Gram positif 52,3% dimana antibiotik yang mempunyai sensitivitas tertinggi terhadap gram negative adalah imipenem 90,5%, sedangkan untuk bakteri Gram positif adalah imipenem (90,5%) dan ampicillin/sulbactam (83,3%).Kata kunci : CAP, antibiotik empiris, clinical outcome, antibiogram
dc.description29,5 x 21,7 cm; xvi; 92 hlm
dc.formatText
dc.languageid
dc.publisher
dc.subjectNONE
dc.titleThesis : Evaluasi Kesesuaian Penggunaan Antibiotik Empiris Pada Pasien Community-Acquired Pneumonia (CAP) Rawat Inap di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta Serta Antibiogramnya
dc.locationYogyakarta


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record