Show simple item record

dc.creatorKaramina, Santi
dc.date2019
dc.date.accessioned2019-12-02T00:05:35Z
dc.date.available2019-12-02T00:05:35Z
dc.identifierhttp://perpus.poltekkesjkt2.ac.id/setiadi/index.php?p=show_detail&id=2551
dc.identifierhttp://perpus.poltekkesjkt2.ac.id/setiadi/lib/phpthumb/phpThumb.php?src=../../images/docs/COVER_KTI_JPG.jpg.jpg
dc.identifier.urihttp://r2kn.litbang.kemkes.go.id:8080/xmlui/handle/123456789/69660
dc.descriptionPendahuluan: Resiko yang ditimbulkan akibat meluasnya penggunaan antibiotik adalah resistensinya mikroba terhadap obat antibiotika. Hasil Riskesdas tahun 2013 yaitu sebanyak 86,1% RT (rumah tangga) menyimpan antibiotika yang diperoleh tanpa resep dokter, dengan proporsi tertinggi RT di DKI Jakarta (89%) meyimpan obat antibiotika dirumah. Berdasarkan hasil survei pendahuluan yang melibatkan total 27 responden, sebanyak 14 responden masih menyimpanan obat antibiotik dirumah; 10 respoden menggunakan obat antibiotik dengan cara diminum hanya sampai rasa sakit atau gejala penyakit dianggap sembuh; 14 responden masih membuang obat yang langsung ketempat sampah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran pengetahuan masyarakat RW 003 Kelurahan Kebayoran Lama Selatan terhadap DAGUSIBU obat antibiotik secara baik dan benar.
dc.formatebook
dc.languageid
dc.publisherJurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Jakarta II
dc.subjectDagusibu
dc.subject001.43 D3-Far-2019 Han g
dc.titleGambaran Pengetahuan DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) Obat Antibiotik di RW 003 Kelurahan Kebayoran Lama Selatan Periode April 2019
dc.locationJakata,Poltekkes Jakarta II


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record