Show simple item record

dc.creatorYOLANDA EKA KUSUMA ASTUTI
dc.date2019
dc.date.accessioned2019-12-02T00:06:53Z
dc.date.available2019-12-02T00:06:53Z
dc.identifierhttp://perpus.poltekkesjkt2.ac.id/setiadi/index.php?p=show_detail&id=2860
dc.identifier.urihttp://r2kn.litbang.kemkes.go.id:8080/xmlui/handle/123456789/69899
dc.descriptionINTISARIPROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN (DIPLOMA IV) TEKNIKRADIODIAGNOSTIK DAN RADIOTERAPI POLITEKNIK KESEHATANKEMENTERIAN KESEHATAN JAKARTA IISKRIPSI, 2019YOLANDA EKA KUSUMA ASTUTIANALISIS PENGARUH VARIASI FOV TERHADAP KUALITAS CITRAPADA PEMERIKSAAN MRI NASOFARING SEQUENCE T2 AXIALFATSAT BLADE DI RUMAH SAKIT KANKER DHARMAISxvii+ V Bab+ 50 Halaman + 28 Gambar + 6 Tabel+ 14 LampiranLatar Belakang: Field of view (FOV) adalah salah satu paramaters pada MRI yang dapatdisesuaikan oleh radiografer. Banyak penyesuaian FOV digunakan untuk pencitraan MR lumbar.Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi dalam nilai FOV dengan menggabungkanBLADE sequence dengan kualitas gambar dan informasi anatomi.Metode: penelitian eksperimental ini sangat mudah. Penelitian dilakukan dengan pesawat MRI1,5 Tesla . Data dikumpulkan dari sepuluh sukarelawan dengan 3 variasi FOV (200 mm, 225 mmdan 250 mm). Gambar dievaluasi sesuai dengan evaluasi objektif noise dan SNR oleh perangkatlunak, RadiAnt DICOM Viewer. Pengukuran SNR objektif menggunakan ROI dilakukan padaBackgound, Artifact BLADE, dan Laryngopharynx. Sedangkan pengukuran subyektifmenggunakan 5 responden, terdiri dari 2 Radiolog dan 3 Radiografer. Berdasarkan pada gambarLaryngopharynx, Thyroid Gland, dan Arteri Karotis. Data kuantitatif pada nilai noiase dan SNRdianalisis menggunakan uji Friedman, sedangkan skor responden menggunakan uji rata-rata.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas nasofaring MR Imaging. FOV secarasignifikan berkorelasi dengan SNR dari urutan BLADE. Variasi FOV juga secara signifikanberkorelasi dengan nilai noise dengan mean rank 200 mm (1.00), 225 mm (2,30), dan 250 mm(2,70). untuk penilaian responden diperoleh hasil FOV 200 dengan nilai rata-rata 1,5 (Sangat jelas= Banyak artefak yang terlihat), FOV 225 dengan rata-rata 3,1 (Jelas = Artefak Terlihat), dan FOV250 dengan nilai 4,3 (Samar = Artefak yang sedikit terlihat)Kesimpulan: Berdasarkan hasil ini, keseluruhan gambar dan artefak relatif banyak dalam variasikecil FOV, yaitu 200 mm. Nilai optimal FOV untuk T2 Axial Fatsat BLADE PencitraanNasofaring MR adalah 225 cm FOV.Kata kunci: FOV, T2 Axial Fatsat BLADE, kualitas gambar, Nasofaring MR Imaging.Daftar Bacaan :32 (1989-2015)
dc.formatebook
dc.languageid
dc.publisherPolekkes Jakarta II
dc.subject001.43
dc.titleANALISIS PENGARUH VARIASI FOV TERHADAP KUALITAS CITRAPADA PEMERIKSAAN MRI NASOFARING SEQUENCE T2 AXIALFATSAT BLADE DI RUMAH SAKIT KANKER DHARMAIS
dc.locationJakata, Poltekkes Jakarta II


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record