Show simple item record

dc.contributorDepartement of Nutritionen-US
dc.creatorJafar, Nurhaedar
dc.creatorIndriasari, Rahayu
dc.creatorSyam, Aminuddin
dc.creatorKurniati, Yessy
dc.date2018-06-30
dc.date.accessioned2019-12-02T00:38:55Z
dc.date.available2019-12-02T00:38:55Z
dc.identifierhttp://journal.poltekkes-mks.ac.id/ojs2/index.php/mediagizi/article/view/40
dc.identifier10.32382/mgp.v25i1.40
dc.identifier.urihttp://r2kn.litbang.kemkes.go.id:8080/xmlui/handle/123456789/70424
dc.descriptionRINGKASANRemaja rentan mengalami masalah gizi karena berbagai hal. Salah satu cara untuk mengatasi masalah gizi tersebut adalah dengan menerapkan pola hidup gizi seimbang. Teman sebaya menjadi salah satu mediator yang prospektif untuk mengupayakan perubahan nilai dan perilaku kesehatan pada remaja. Namun sebelum edukator sebaya melakukan edukasi pada temannya, mereka perlu memperbaiki pengetahuannya tentang gizi seimbang. Penelitian ini ingin melihat efektifitas pelatihan educator sebaya terhadap pengetahuan siswa tentang gizi seimbang. Penelitian ini dilaksanakan di SMUN 16 Makassar. Penelitian ini merupakan studi intervensi. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dan jumlah sampel yang terpilih adalah 40 siswa. Analisis data dilakukan dengan SPSS versi 16 menggunakan uji T berpasangan untuk menilai perbedaan pengetahuan responden sebelum dan setelah intervensi.  Hasilnya menunjukkan bahwa bahwa setelah pelatihan edukator sebaya, terjadi peningkatan pengetahuan responden tentang gizi seimbang pada kategori baik, yaitu dari 17,5% sebelum pelatihan menjadi 70% setelah pelatihan, meningkat sebesar 52,5%. pengetahuan responden yang pada kategori cukup mengalami penurunan, yaitu dari 45% sebelum pelatihan menjadi 25% setelah pelatihan, menurun sebesar 20%. Pengetahuan responden pada kategori kurang mengalami penurunan juga, yaitu dari 37,5% sebelum pelatihan menjadi 5% setelah pelatihan dilakukan, menurun sebesar 32,5%. Dari penelitian ini disimpulkan, bahwa pelatihan yang dilakukan efektif untuk meningkatkan pengetahuan responden. Edukator gizi yang telah dilatih diharapkan dapat menularkan pengetahuan yang dimilikinya kepada teman-teman sebayanya. Selain itu, program-program promosi kesehatan, terutama gizi seimbang harusnya gencar dilakukan di sekolah, mengingat sekolah merupakan tempat membentuk perilaku sehat yang diharapkan akan terus bertahan hingga remaja memasuki fase dewasa.Key Word: remaja, gizi, pelatihan, sebaya, pola makanen-US
dc.formatapplication/pdf
dc.languageeng
dc.publisherJurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassaren-US
dc.relationhttp://journal.poltekkes-mks.ac.id/ojs2/index.php/mediagizi/article/view/40/pdf
dc.rightsCopyright (c) 2018 Media Gizi Panganen-US
dc.rightshttps://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0en-US
dc.sourceMedia Gizi Pangan; Vol 25, No 1 (2018): Januari 2018; 1-10en-US
dc.source2622-6480
dc.source1858-4608
dc.source10.32382/mgp.v25i1
dc.subjectnutritionen-US
dc.subjectremaja, gizi, pelatihan, sebaya, pola makanen-US
dc.subjecten-US
dc.titlePengaruh Pelatihan Edukator Sebaya terhadap Pengetahuan tentang Gizi Seimbang pada Siswa di SMUN 16 Makassaren-US
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/article
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.typePeer-Reviewed Articleen-US
dc.typeen-US
dc.coverageen-US
dc.coverageen-US
dc.coverageen-US


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record