Show simple item record

dc.creatorFera Azwar
dc.date2019
dc.date.accessioned2019-12-02T01:52:30Z
dc.date.available2019-12-02T01:52:30Z
dc.identifierhttp://pustaka.poltekkes-pdg.ac.id:80/index.php?p=show_detail&id=6152
dc.identifier
dc.identifier037 Fer A
dc.identifier.urihttp://r2kn.litbang.kemkes.go.id:8080/xmlui/handle/123456789/71630
dc.descriptionFera Azwar Asuhan Keperawatan Pada Anak Dengan Sindrom Nefrotik Di Ruang Kronik IRNA Kebidanan dan Anak Tahun 2019 Isi : x + 59 halaman, 1 bagan, 1 tabel, 13lampiran ABSTRAK Sindrom nefrotik merupakan penyakit ginjal pada anak yang ditandai dengan proteinuria masif, hipoalbuminemia, dan hiperkolesterolemia yang dapat mengakibatkan syok hipovolemik bahkan kematian apabila tidak ditangani dengan tepat. Data 3 bulan terakhir tahun 2018 ditemukan ada 3 orang anak dengan sindrom nefrotik. Tujuan penelitian mendeskripsikan asuhan keperawatan pada anak dengan sindrom nefrotik di ruang kronik IRNA Kebidanan dan Anak RSUP Dr. M. Djamil Padang. Desain peneltian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan kasus tanggal 19 – 23 Maret 2019 di ruang kronik anak. Populasi penelitian semua anak dengan sindrom nefrotik berjumlah 2 orang. Sampel sebanyak 1 orang dengan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data digunakan format pengkajian anak dan alat pemeriksaan fisik. Cara pengumpulan data dengan wawancara, pemeriksaan fisik, observasi dan studi dokumentasi. Analisis dengan membandingkan semua temuan denganteori pada tahapan proses keperawatan. Hasil penelitian, pada An. S ditemukan edema hampir seluruh badan, peningkatan berat badan, dan penurunan nafsu makan. Diagnosa utama adalah kelebihan volume cairan berhubungandengan gangguan mekanisme regulasi. Intevensi yaitu manajemen cairan, monitor cairan dan monitor tanda-tanda vital. Implementasi dilaksanakan selama lima hari. Evaluasi didapatkan edema pada palpebra, dan tangan berkurang, frekuensi urine meningkat dari sebelumnya, penurunan berat badan menjadi 35 kg, keseimbangan cairan intake dan output dan tanda-tanda vital dalam batas normal. Diharapkan kepada tenaga kesehatan di ruang klinik IRNA Kebidanan dan Anak RSUP Dr. M. Djamil Padangagar mengoptimalkan dalam memonitor cairan intake dan output dan perubahan berat badan pada anak dengan sindrom nefrotik. Kata kunci : Sindrom Nefrotik, Asuhan Keperawatan Daftar Pustaka : 21 (2005 – 2017)
dc.formatText
dc.languageIndonesia
dc.publisherPoliteknik Kesehatan Kemenkes Padang
dc.relationhttp://pustaka.poltekkes-pdg.ac.id:80/repository/KTI+FERA+AZWAR.pdf
dc.subjectSindrom - Nefrotik
dc.subjectNONE
dc.titleAsuhan Keperawatan Pada Anak Dengan Sindrom Nefrotik Di Ruang Kronik IRNA Kebidanan dan Anak Tahun 2019
dc.hasVersion
dc.mediumText
dc.extentx, 74 hlm.; 21 x 29 cm
dc.abstractFera Azwar Asuhan Keperawatan Pada Anak Dengan Sindrom Nefrotik Di Ruang Kronik IRNA Kebidanan dan Anak Tahun 2019 Isi : x + 59 halaman, 1 bagan, 1 tabel, 13lampiran ABSTRAK Sindrom nefrotik merupakan penyakit ginjal pada anak yang ditandai dengan proteinuria masif, hipoalbuminemia, dan hiperkolesterolemia yang dapat mengakibatkan syok hipovolemik bahkan kematian apabila tidak ditangani dengan tepat. Data 3 bulan terakhir tahun 2018 ditemukan ada 3 orang anak dengan sindrom nefrotik. Tujuan penelitian mendeskripsikan asuhan keperawatan pada anak dengan sindrom nefrotik di ruang kronik IRNA Kebidanan dan Anak RSUP Dr. M. Djamil Padang. Desain peneltian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan kasus tanggal 19 – 23 Maret 2019 di ruang kronik anak. Populasi penelitian semua anak dengan sindrom nefrotik berjumlah 2 orang. Sampel sebanyak 1 orang dengan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data digunakan format pengkajian anak dan alat pemeriksaan fisik. Cara pengumpulan data dengan wawancara, pemeriksaan fisik, observasi dan studi dokumentasi. Analisis dengan membandingkan semua temuan denganteori pada tahapan proses keperawatan. Hasil penelitian, pada An. S ditemukan edema hampir seluruh badan, peningkatan berat badan, dan penurunan nafsu makan. Diagnosa utama adalah kelebihan volume cairan berhubungandengan gangguan mekanisme regulasi. Intevensi yaitu manajemen cairan, monitor cairan dan monitor tanda-tanda vital. Implementasi dilaksanakan selama lima hari. Evaluasi didapatkan edema pada palpebra, dan tangan berkurang, frekuensi urine meningkat dari sebelumnya, penurunan berat badan menjadi 35 kg, keseimbangan cairan intake dan output dan tanda-tanda vital dalam batas normal. Diharapkan kepada tenaga kesehatan di ruang klinik IRNA Kebidanan dan Anak RSUP Dr. M. Djamil Padangagar mengoptimalkan dalam memonitor cairan intake dan output dan perubahan berat badan pada anak dengan sindrom nefrotik. Kata kunci : Sindrom Nefrotik, Asuhan Keperawatan Daftar Pustaka : 21 (2005 – 2017)
dc.hasPartKTIKP.1937


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record