Show simple item record

dc.creatorM. Ikhwan. S
dc.date2018
dc.date.accessioned2019-12-02T01:54:49Z
dc.date.available2019-12-02T01:54:49Z
dc.identifierhttp://pustaka.poltekkes-pdg.ac.id:80/index.php?p=show_detail&id=5748
dc.identifier
dc.identifier014 Muh G
dc.identifier.urihttp://r2kn.litbang.kemkes.go.id:8080/xmlui/handle/123456789/72033
dc.descriptionM. Ikhwan. S NIM : 171140728 Gambaran Pencapaian Stop Buang Air Besar Sembarangan Di Wilayah Kerja Puskesmas Enam Lingkung Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2017 ix + 50 halaman, 9 tabel, 2 grafik, 7 lampiran ABSTRAK Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, bahwa dalam rangka memperkuat upaya perilaku hidup bersih dan sehat, mencegah penyebaran penyakit berbasis lingkungan, meningkatkan kemampuan masyarakat, serta meningkatkan akses air minum dan sanitasi dasar perlu menyelenggarakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dapat menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan yang berpotensi menjadi penyebab timbulnya atau penularan berbagai macam penyakit. Metode penelitian ini bersifat deskriptif dimana pada penelitian ini mendeskripsikan tentang pencapaian jumlah Korong Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) pada tahun 2017 di wilayah kerja Puskesmas Enam Lingkung. Data yang pakai adalah data sekunder yang diperoleh dari laporan kesehatan lingkungan Puskesmas Enam Lingkung mengenai akses sanitasi layak (jamban sehat) yang dibuat oleh sanitarian puskesmas. Hasil penelitian dari data laporan kesehatan lingkungan Puskesmas Enam Lingkung dari tahun 2015 – 2017 didapatkan jumlah jamban sehat setelah pemicuan mengalami penambahan sebanyak 838 unit jamban, untuk persentase jamban sehat secara keseluruhan telah mencapai 67,2 %, sedangkan persentase pencapaian dan jumlah korong yang telah Stop Buang Air Besar Sembarangan secara keseluruhan sebesar 68,52%. Salah satu strategi yang dilakukan untuk pencapaian program ini, maka dilakukan pemberdayaan masyarakat yang ada di wilayah kerja puskesmas dengan cara pemicuan sehingga masyarakat menyadari tentang pentingnya Buang Air Besar di jamban sehat agar terhindar dari penyakit yang diakibatkan Buang Air Besar Sembarangan. Untuk sanitarian agar selalu memonitoring segala perkembangan perubahan perilaku masyarakat terhadap Stop Buang Air Besar Sembarangan dan pembangunan jamban sehat di masyarakat. Kata Kunci : Pemicuan, Stop Buang Air Besar Sembarangan Daftar Pustaka : 10 (2009-2018)
dc.formatText
dc.languageIndonesia
dc.publisherPoliteknik Kesehatan Kemenkes Padang
dc.relationhttp://pustaka.poltekkes-pdg.ac.id:80/repository/TA+M.+IKHWAN.pdf
dc.subjectPerilaku BAB - Sikap
dc.subjectNONE
dc.titleGambaran Pencapaian Stop Buang Air Besar Sembarangan Di Wilayah Kerja Puskesmas Enam Lingkung Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2017
dc.hasVersion
dc.mediumText
dc.extentix, 68 hlm.; 21 x 29 cm
dc.abstractM. Ikhwan. S NIM : 171140728 Gambaran Pencapaian Stop Buang Air Besar Sembarangan Di Wilayah Kerja Puskesmas Enam Lingkung Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2017 ix + 50 halaman, 9 tabel, 2 grafik, 7 lampiran ABSTRAK Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, bahwa dalam rangka memperkuat upaya perilaku hidup bersih dan sehat, mencegah penyebaran penyakit berbasis lingkungan, meningkatkan kemampuan masyarakat, serta meningkatkan akses air minum dan sanitasi dasar perlu menyelenggarakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dapat menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan yang berpotensi menjadi penyebab timbulnya atau penularan berbagai macam penyakit. Metode penelitian ini bersifat deskriptif dimana pada penelitian ini mendeskripsikan tentang pencapaian jumlah Korong Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) pada tahun 2017 di wilayah kerja Puskesmas Enam Lingkung. Data yang pakai adalah data sekunder yang diperoleh dari laporan kesehatan lingkungan Puskesmas Enam Lingkung mengenai akses sanitasi layak (jamban sehat) yang dibuat oleh sanitarian puskesmas. Hasil penelitian dari data laporan kesehatan lingkungan Puskesmas Enam Lingkung dari tahun 2015 – 2017 didapatkan jumlah jamban sehat setelah pemicuan mengalami penambahan sebanyak 838 unit jamban, untuk persentase jamban sehat secara keseluruhan telah mencapai 67,2 %, sedangkan persentase pencapaian dan jumlah korong yang telah Stop Buang Air Besar Sembarangan secara keseluruhan sebesar 68,52%. Salah satu strategi yang dilakukan untuk pencapaian program ini, maka dilakukan pemberdayaan masyarakat yang ada di wilayah kerja puskesmas dengan cara pemicuan sehingga masyarakat menyadari tentang pentingnya Buang Air Besar di jamban sehat agar terhindar dari penyakit yang diakibatkan Buang Air Besar Sembarangan. Untuk sanitarian agar selalu memonitoring segala perkembangan perubahan perilaku masyarakat terhadap Stop Buang Air Besar Sembarangan dan pembangunan jamban sehat di masyarakat. Kata Kunci : Pemicuan, Stop Buang Air Besar Sembarangan Daftar Pustaka : 10 (2009-2018)
dc.hasPartKTIRPLKL.1814


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record