Show simple item record

dc.creatorNadella
dc.date2018
dc.date.accessioned2019-12-02T01:57:33Z
dc.date.available2019-12-02T01:57:33Z
dc.identifierhttp://pustaka.poltekkes-pdg.ac.id:80/index.php?p=show_detail&id=5313
dc.identifier
dc.identifier047 Nad P
dc.identifier.urihttp://r2kn.litbang.kemkes.go.id:8080/xmlui/handle/123456789/72466
dc.descriptionNadella Pengaruh Suplementasi Tepung Ikan Mungkuih (Sicyopterus Macrostetholepis) Pada Mie Keringterhadap Mutu Organoleptik Dan Kadar Protein V + 38 halaman, 10 tabel, 12 lampiran, 1 grafik ABSTRAK Ikan mungkuih merupakan salah satu jenis ikan air tawar dengan ciri-ciri kuhus. Ikan mungkuih tergolong kedalam jenis Sicyopterus Stimpsoni hanya mampu hidup pada air sungai yang bersih. ikan mungkuih sangat digemari masyarakat karena mempunyai daging yang enak dan gurih. Kandungan zat gizi ikan mungkuih sangat tinggi yaitu protein 17 gr, lemak 4,5 gr dalam 100 gr berat kering. Mie kering merupakan produk pangan yang paling sering dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat. Pada saat ini mie kering memiliki kadar protein yang rendah sehingga penulis berminat untuk melakukan penelitian suplementasi tepung ikan mungkuih untuk menambahkan kadar protein pada mie kering. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui mutu organoleptik dan kadar protein mie kering yang telah di suplementasikan tepung ikan mungkuih. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu 100 : 0 gr, 100 : 25 gr, 100 : 30 gr, dan 100 : 35 gr) dan 2 kali ulangan. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2017 sampai juni 2018. Uji organoleptik dilakukan di laboratorium ITP Poltekkes Kemenkes Padang dan kadar protein pada perlakuan terbaik di Laboratorium Pertanian Universitas Andalas Padang. Data dianalisis dengan uji sidik ragam (ANOVA), dan jika ada perlakuan yang berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5%. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa mie kering pada perlakuan B (25 gram) adalah perlakuan terbaik dengan nilai rata-rata 3,19 (suka). Kadar protein dari perlakuan B yaitu 12,65%. Hasil uji sidik ragam menunjukkan tidak terdapat perbedaan nyata antara perlakuan dari segi rasa, tekstur, dan warna, sedangkan aroma terdapat perbedaan yang nyata, maka dilanjutkan dengan uji DNMRT taraf 5% Disarankan dalam pembuatan mie kering sebaiknya menggunakan perlakuan B dengan ditambahkan tepung ikan mungkuih sebanyak 25 gram , serta penelitian selanjutnya mengamati daya simpan mie kering pada perlakuan terbaik. Kata Kunci : tepung ikan mungkuih, protein, mie kering Daftar pustaka 23 (2004-2016)
dc.formatText
dc.languageIndonesia
dc.publisherPoliteknik Kesehatan Kemenkes Padang
dc.relationhttp://pustaka.poltekkes-pdg.ac.id:80/repository/NADELLA+Tugas+Akhir+DIII+Gizi+2018.pdf
dc.subjectOrganoleptik
dc.subjectNONE
dc.titlePengaruh Suplementasi Tepung Ikan Mungkuih (Sicyopterus Macrostetholepis) Pada Mie Keringterhadap Mutu Organoleptik Dan Kadar Protein
dc.hasVersion
dc.mediumText
dc.extentv, 50 hlm.; 21 x 29 cm
dc.abstractNadella Pengaruh Suplementasi Tepung Ikan Mungkuih (Sicyopterus Macrostetholepis) Pada Mie Keringterhadap Mutu Organoleptik Dan Kadar Protein V + 38 halaman, 10 tabel, 12 lampiran, 1 grafik ABSTRAK Ikan mungkuih merupakan salah satu jenis ikan air tawar dengan ciri-ciri kuhus. Ikan mungkuih tergolong kedalam jenis Sicyopterus Stimpsoni hanya mampu hidup pada air sungai yang bersih. ikan mungkuih sangat digemari masyarakat karena mempunyai daging yang enak dan gurih. Kandungan zat gizi ikan mungkuih sangat tinggi yaitu protein 17 gr, lemak 4,5 gr dalam 100 gr berat kering. Mie kering merupakan produk pangan yang paling sering dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat. Pada saat ini mie kering memiliki kadar protein yang rendah sehingga penulis berminat untuk melakukan penelitian suplementasi tepung ikan mungkuih untuk menambahkan kadar protein pada mie kering. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui mutu organoleptik dan kadar protein mie kering yang telah di suplementasikan tepung ikan mungkuih. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu 100 : 0 gr, 100 : 25 gr, 100 : 30 gr, dan 100 : 35 gr) dan 2 kali ulangan. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2017 sampai juni 2018. Uji organoleptik dilakukan di laboratorium ITP Poltekkes Kemenkes Padang dan kadar protein pada perlakuan terbaik di Laboratorium Pertanian Universitas Andalas Padang. Data dianalisis dengan uji sidik ragam (ANOVA), dan jika ada perlakuan yang berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5%. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa mie kering pada perlakuan B (25 gram) adalah perlakuan terbaik dengan nilai rata-rata 3,19 (suka). Kadar protein dari perlakuan B yaitu 12,65%. Hasil uji sidik ragam menunjukkan tidak terdapat perbedaan nyata antara perlakuan dari segi rasa, tekstur, dan warna, sedangkan aroma terdapat perbedaan yang nyata, maka dilanjutkan dengan uji DNMRT taraf 5% Disarankan dalam pembuatan mie kering sebaiknya menggunakan perlakuan B dengan ditambahkan tepung ikan mungkuih sebanyak 25 gram , serta penelitian selanjutnya mengamati daya simpan mie kering pada perlakuan terbaik. Kata Kunci : tepung ikan mungkuih, protein, mie kering Daftar pustaka 23 (2004-2016)
dc.hasPartKTIGZ.1847


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record