Show simple item record

dc.creatorTessy Andriani
dc.date2017
dc.date.accessioned2019-12-02T02:03:26Z
dc.date.available2019-12-02T02:03:26Z
dc.identifierhttp://pustaka.poltekkes-pdg.ac.id:80/index.php?p=show_detail&id=4481
dc.identifier
dc.identifier026 Tes F
dc.identifier.urihttp://r2kn.litbang.kemkes.go.id:8080/xmlui/handle/123456789/73280
dc.descriptionTessy Andriani Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kunjungan Balita ke Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Anak Air Kota Padang Tahun 2017 vii + 60 halaman + 12 tabel + 14 lampiran ABSTRAK Sebagai tolak ukur peran serta masyarakat untuk memanfaatkan posyandu dilihat dari cakupan ditimbang dibagi jumlah sasaran (D/S), di Sumatera Barat tahun 2015 mencapai 71,99%, sedangkan di Kota Padang pada tahun mencapai 69,6% cakupan D/S terendah Puskesmas Anak Air yaitu tahun 2014 (41,2%), 2015 (66,36%) dan 2016 (44,2%). Dari data tersebut terlihat bahwa pencapaian ini sangat jauh dari target nasional yaitu 85%. Untuk itu peneliti melakukan penelitian tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan balita ke posyandu. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Penelitian di Wilayah Kerja Puskesmas Anak Air Padang pada tanggal 6 – 12 Juni 2017, populasi sebanyak 2944 orang, sampel sebanyak 97 orang diambil dengan teknik cluster sampling. Data dikumpulkan dengan cara membagikan kuesioner. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan 52,6% kunjungan ke posyandu kurang, 54,6% responden berpengetahuan rendah, 53,6% tidak bekerja, 56,7% memiliki peran kader yang kurang baik. Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan (p= 0,000), pekerjaan (p= 0,000) dan peran kader (p= 0,000) dengan kunjungan ibu balita. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan, pekerjaan dan peran kader dengan kunjungan ibu balita ke Posyandu. Untuk itu diharapkan bagi pengelola program posyandu di Puskesmas senantiasa melaksanakan penyuluhan ke masyarakat khususnya pada ibu bekerja sehingga kunjungan ibu balita ke posyandu semakin meningkat. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya agar dapat melanjutkan penelitian ini dengan melihat faktor-faktor lain yang berhubungan dengan kunjungan ibu balita ke posyandu. Kepustakaan : 18 (2004 – 2016) Kata Kunci : pengetahuan, pekerjaan, peran kader, kunjungan posyadu
dc.formatText
dc.languageIndonesia
dc.publisherPoliteknik Kesehatan Kemenkes Padang
dc.relationhttp://pustaka.poltekkes-pdg.ac.id:80/repository/SOFTCOPY+SKRIPSI+TESSY+ADRIANI+%28DIV+BIDAN%29.pdf
dc.subjectPosyandu
dc.subjectNONE
dc.titleFaktor-faktor yang Berhubungan dengan Kunjungan Balita ke Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Anak Air Kota Padang Tahun 2017
dc.hasVersion
dc.mediumText
dc.extentvii, 60 hlm.; 21 x 29 cm
dc.abstractTessy Andriani Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kunjungan Balita ke Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Anak Air Kota Padang Tahun 2017 vii + 60 halaman + 12 tabel + 14 lampiran ABSTRAK Sebagai tolak ukur peran serta masyarakat untuk memanfaatkan posyandu dilihat dari cakupan ditimbang dibagi jumlah sasaran (D/S), di Sumatera Barat tahun 2015 mencapai 71,99%, sedangkan di Kota Padang pada tahun mencapai 69,6% cakupan D/S terendah Puskesmas Anak Air yaitu tahun 2014 (41,2%), 2015 (66,36%) dan 2016 (44,2%). Dari data tersebut terlihat bahwa pencapaian ini sangat jauh dari target nasional yaitu 85%. Untuk itu peneliti melakukan penelitian tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan balita ke posyandu. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Penelitian di Wilayah Kerja Puskesmas Anak Air Padang pada tanggal 6 – 12 Juni 2017, populasi sebanyak 2944 orang, sampel sebanyak 97 orang diambil dengan teknik cluster sampling. Data dikumpulkan dengan cara membagikan kuesioner. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan 52,6% kunjungan ke posyandu kurang, 54,6% responden berpengetahuan rendah, 53,6% tidak bekerja, 56,7% memiliki peran kader yang kurang baik. Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan (p= 0,000), pekerjaan (p= 0,000) dan peran kader (p= 0,000) dengan kunjungan ibu balita. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan, pekerjaan dan peran kader dengan kunjungan ibu balita ke Posyandu. Untuk itu diharapkan bagi pengelola program posyandu di Puskesmas senantiasa melaksanakan penyuluhan ke masyarakat khususnya pada ibu bekerja sehingga kunjungan ibu balita ke posyandu semakin meningkat. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya agar dapat melanjutkan penelitian ini dengan melihat faktor-faktor lain yang berhubungan dengan kunjungan ibu balita ke posyandu. Kepustakaan : 18 (2004 – 2016) Kata Kunci : pengetahuan, pekerjaan, peran kader, kunjungan posyadu
dc.hasPartSKRIPSIKB.1726


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record