Show simple item record

dc.creatorMustika Agerta Kemala
dc.date2017
dc.date.accessioned2019-12-02T02:03:30Z
dc.date.available2019-12-02T02:03:30Z
dc.identifierhttp://pustaka.poltekkes-pdg.ac.id:80/index.php?p=show_detail&id=4475
dc.identifier
dc.identifier059 Mus H
dc.identifier.urihttp://r2kn.litbang.kemkes.go.id:8080/xmlui/handle/123456789/73286
dc.descriptionMustika Agerta Kemala Hubungan Anemia dan Status Gizi Ibu Hamil dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di Kota Sawahlunto Tahun 2016 xiii + 57halaman, 7 tabel, 4 gambar, 7 lampiran ABSTRAK Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah berat badan bayi saat lahir yang kurang dari 2500 gram. Menurut WHO salah satu penyebab kematian di Indonesia12,8 % disebabkan oleh BBLR.AngkakejadianBBLR di dunia adalah sebesar 15 %,dan di Kota Sawahlunto sebesar 4,0 %. Faktor – faktor yang mempengaruhi BBLR adalah faktor ibu, plasenta, dan janin. Tujuanpenelitianiniadalahuntukmengetahuihubungan anemia dan status gizi ibu hamil dengan kejadian BBLR di Kota Sawahlunto tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitikdengan pendekatan cross sectionalyang dilaksanakan pada bulan Agustus 2016- April 2017.Pengumpulan data dilaksanakan dari bulan Desember 2016 di 6 puskesmas yang terdapat di Kota Sawahlunto.Populasi adalah seluruh ibu yang melahirkan di Kota Sawahlunto tahun 2015 dengan 280 sampel.Teknik pengambilan sampel adalah secara Purposive sampling. Data yang dikumpulkan adalah data sekunder berupa kohort ibu yang dimasukkan ke format sesuai dengan variabel yang diteliti. Analisis data terdiri dari univariat dan bivariat menggunakan komputerisasi dengan uji Chi Square dengan α=0,05. Hasil penelitian didapatkan bayi yang lahir dengan BBLR sebanyak18,6%, ibu hamil dengan anemia sebanyak 18,2%,dan ibu hamil KEK sebanyak 30,4% . Hasil analilisis bivariat menunjukkan adanya hubungan ibu anemia dengan kejadian berat badan lahir rendah (p=0,001) dan juga terdapat hubungan antara status gizi ibu dengan kejadian berat badan lahir rendah (p=0,000). Berdasarkan hasil analisis dapatdisimpulkanbahwaadanya hubungan anemia dan status gizi ibu hamil dengan kejadian BBLR.Peneliti berharap petugas kesehatan puskesmas dapat bekerja sama dengan bidan desa untuk meningkatkan kualitas pelayanan ANC dengan memperhatikan standar pelayanan 14 T dan tokoh masyarakat agarterlaksananya program sepertipenyuluhantentang gizi ibu hamil serta untuk meningkatkan pengetahuan bagi ibu hamil, sehingga kasus kejadiandan BBLR dapat dikurangi. Kata kunci : “Anemia, Status gizi ibu, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)” Daftar Pustaka : 24 (2009-2016)
dc.formatText
dc.languageIndonesia
dc.publisherPoliteknik Kesehatan Kemenkes Padang
dc.relationhttp://pustaka.poltekkes-pdg.ac.id:80/repository/SKRIPSI.pdf
dc.subjectAnemia - BBLR
dc.subjectNONE
dc.titleHubungan Anemia dan Status Gizi Ibu Hamil dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di Kota Sawahlunto Tahun 2016
dc.hasVersion
dc.mediumText
dc.extentxiii, 57 hlm.; 21 x 29 cm
dc.abstractMustika Agerta Kemala Hubungan Anemia dan Status Gizi Ibu Hamil dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di Kota Sawahlunto Tahun 2016 xiii + 57halaman, 7 tabel, 4 gambar, 7 lampiran ABSTRAK Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah berat badan bayi saat lahir yang kurang dari 2500 gram. Menurut WHO salah satu penyebab kematian di Indonesia12,8 % disebabkan oleh BBLR.AngkakejadianBBLR di dunia adalah sebesar 15 %,dan di Kota Sawahlunto sebesar 4,0 %. Faktor – faktor yang mempengaruhi BBLR adalah faktor ibu, plasenta, dan janin. Tujuanpenelitianiniadalahuntukmengetahuihubungan anemia dan status gizi ibu hamil dengan kejadian BBLR di Kota Sawahlunto tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitikdengan pendekatan cross sectionalyang dilaksanakan pada bulan Agustus 2016- April 2017.Pengumpulan data dilaksanakan dari bulan Desember 2016 di 6 puskesmas yang terdapat di Kota Sawahlunto.Populasi adalah seluruh ibu yang melahirkan di Kota Sawahlunto tahun 2015 dengan 280 sampel.Teknik pengambilan sampel adalah secara Purposive sampling. Data yang dikumpulkan adalah data sekunder berupa kohort ibu yang dimasukkan ke format sesuai dengan variabel yang diteliti. Analisis data terdiri dari univariat dan bivariat menggunakan komputerisasi dengan uji Chi Square dengan α=0,05. Hasil penelitian didapatkan bayi yang lahir dengan BBLR sebanyak18,6%, ibu hamil dengan anemia sebanyak 18,2%,dan ibu hamil KEK sebanyak 30,4% . Hasil analilisis bivariat menunjukkan adanya hubungan ibu anemia dengan kejadian berat badan lahir rendah (p=0,001) dan juga terdapat hubungan antara status gizi ibu dengan kejadian berat badan lahir rendah (p=0,000). Berdasarkan hasil analisis dapatdisimpulkanbahwaadanya hubungan anemia dan status gizi ibu hamil dengan kejadian BBLR.Peneliti berharap petugas kesehatan puskesmas dapat bekerja sama dengan bidan desa untuk meningkatkan kualitas pelayanan ANC dengan memperhatikan standar pelayanan 14 T dan tokoh masyarakat agarterlaksananya program sepertipenyuluhantentang gizi ibu hamil serta untuk meningkatkan pengetahuan bagi ibu hamil, sehingga kasus kejadiandan BBLR dapat dikurangi. Kata kunci : “Anemia, Status gizi ibu, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)” Daftar Pustaka : 24 (2009-2016)
dc.hasPartSKRIPSIKB.1759


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record