Show simple item record

dc.creatorMarisa Elvita
dc.date2017
dc.date.accessioned2019-12-02T02:03:43Z
dc.date.available2019-12-02T02:03:43Z
dc.identifierhttp://pustaka.poltekkes-pdg.ac.id:80/index.php?p=show_detail&id=4441
dc.identifier
dc.identifier005 Mar H
dc.identifier.urihttp://r2kn.litbang.kemkes.go.id:8080/xmlui/handle/123456789/73319
dc.descriptionMarisa Elvita Hubungan Usia Ibu dan Paritas Dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di RSUD Sijunjung Tahun 2015 xiii + 62 halaman, 6 tabel, 2 gambar, 7 lampiran ABSTRAK Berat Badan Lahir Rendah adalah bayi yang lahir kurang dari 2500 gram, merupakan salah satu faktor utama yang berpengaruh terhadap kematian perinatal dan neonatal. Prevalensi BBLR menurut WHO (2012) 15 % dari seluruh kelahiran di dunia. Riskesdas (2013) prevalensi BBLR di Indonesia sebesar 10,2 %. Profil kesehatan Provinsi Sumatera Barat tahun 2014, Kabupaten Sijunjung menduduki peringkat pertama kasus BBLR dari 19 Kabupaten dan Kota di Provinsi Sumatera Barat dengan persentase 4,2 %. Faktor penyebab BBLR diantaranya yaitu usia ibu yang memiliki risiko sebesar 71,4 % melahirkan bayi BBLR dan paritas yang memiliki risiko sebesar 68,2 % melahirkan bayi BBLR. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan usia ibu dan paritas dengan kejadian BBLR di RSUD Sijunjung tahun 2015. Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Agustus 2016 - Juli 2017 di RSUD Sijunjung. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang melahirkan di RSUD Sijunjung tahun 2015 sebanyak 198 responden dan jumlah sampel 131 responden dengan teknik pengambilan sampel secara concecutive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan data sekunder rekam medis ibu yang melahirkan di RSUD Sijunjung tahun 2015. Analisis data menggunakan sistem komputerisasi, data dianalisis secara univariat dalam bentuk presentase dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil analisis univariat didapatkan 39 responden (29,8 %) melahirkan bayi BBLR, 38 responden (29 %) melahirkan pada usia berisiko dan 56 responden (42,7 %) melahirkan pada paritas berisiko. Hasil analisis bivariat terdapat hubungan usia ibu dengan kejadian BBLR (p = 0,00 < 0,05) dan terdapat hubungan paritas dengan kejadian BBLR (p = 0,00 < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa usia ibu dan paritas berhubungan dengan kejadian BBLR. Untuk itu perlu meningkatkan penyuluhan yang lebih intensif dari petugas pelayanan kebidanan baik di poliklinik maupun di rawat inap. Kata kunci : “BBLR, Usia Ibu, Paritas” Daftar Pustaka : 24 (2007-2015)
dc.formatText
dc.languageIndonesia
dc.publisherPoliteknik Kesehatan Kemenkes Padang
dc.relationhttp://pustaka.poltekkes-pdg.ac.id:80/repository/Marisa+Elvita+Skripsi+DVI+Bidan+2017.pdf
dc.subjectBBLR - Paritas
dc.subjectNONE
dc.titleHubungan Usia Ibu dan Paritas Dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di RSUD Sijunjung Tahun 2015
dc.hasVersion
dc.mediumText
dc.extentxiii, 62 hlm.; 21 x 29 cm
dc.abstractMarisa Elvita Hubungan Usia Ibu dan Paritas Dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di RSUD Sijunjung Tahun 2015 xiii + 62 halaman, 6 tabel, 2 gambar, 7 lampiran ABSTRAK Berat Badan Lahir Rendah adalah bayi yang lahir kurang dari 2500 gram, merupakan salah satu faktor utama yang berpengaruh terhadap kematian perinatal dan neonatal. Prevalensi BBLR menurut WHO (2012) 15 % dari seluruh kelahiran di dunia. Riskesdas (2013) prevalensi BBLR di Indonesia sebesar 10,2 %. Profil kesehatan Provinsi Sumatera Barat tahun 2014, Kabupaten Sijunjung menduduki peringkat pertama kasus BBLR dari 19 Kabupaten dan Kota di Provinsi Sumatera Barat dengan persentase 4,2 %. Faktor penyebab BBLR diantaranya yaitu usia ibu yang memiliki risiko sebesar 71,4 % melahirkan bayi BBLR dan paritas yang memiliki risiko sebesar 68,2 % melahirkan bayi BBLR. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan usia ibu dan paritas dengan kejadian BBLR di RSUD Sijunjung tahun 2015. Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Agustus 2016 - Juli 2017 di RSUD Sijunjung. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang melahirkan di RSUD Sijunjung tahun 2015 sebanyak 198 responden dan jumlah sampel 131 responden dengan teknik pengambilan sampel secara concecutive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan data sekunder rekam medis ibu yang melahirkan di RSUD Sijunjung tahun 2015. Analisis data menggunakan sistem komputerisasi, data dianalisis secara univariat dalam bentuk presentase dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil analisis univariat didapatkan 39 responden (29,8 %) melahirkan bayi BBLR, 38 responden (29 %) melahirkan pada usia berisiko dan 56 responden (42,7 %) melahirkan pada paritas berisiko. Hasil analisis bivariat terdapat hubungan usia ibu dengan kejadian BBLR (p = 0,00 < 0,05) dan terdapat hubungan paritas dengan kejadian BBLR (p = 0,00 < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa usia ibu dan paritas berhubungan dengan kejadian BBLR. Untuk itu perlu meningkatkan penyuluhan yang lebih intensif dari petugas pelayanan kebidanan baik di poliklinik maupun di rawat inap. Kata kunci : “BBLR, Usia Ibu, Paritas” Daftar Pustaka : 24 (2007-2015)
dc.hasPartSKRIPSIKB.1705


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record