Show simple item record

dc.creatorAyu Prawita
dc.date2017
dc.date.accessioned2019-12-02T02:03:48Z
dc.date.available2019-12-02T02:03:48Z
dc.identifierhttp://pustaka.poltekkes-pdg.ac.id:80/index.php?p=show_detail&id=4430
dc.identifier
dc.identifier016 Ayu H
dc.identifier.urihttp://r2kn.litbang.kemkes.go.id:8080/xmlui/handle/123456789/73330
dc.descriptionAyu Prawita Hubungan Stimulasi dengan Perkembangan Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Ulak Karang Tahun 2017 xii + 64 halaman, 8 tabel + 13 lampiran ABSTRAK Menurut UNICEF terdapat 27,5 % angka kejadian gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak usia balita khususnya gangguan perkembangan motorik (halus dan kasar). Hal ini berkaitan dengan stimulasi yang diberikan orang tua. Tahun 2015 Cakupan stimulasi deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang (SDIDTK) pada balita di Provinsi Sumatera Barat mencapai 82% sedangkan untuk Kota Padang mencapai 92,2 %. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan stimulasi dengan perkembangan balita di wilayah kerja Puskesmas Ulak Karang tahun 2017. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari - Juni 2017 dan pengumpulan data dilakukan tanggal 30 Mei – 12 Juni 2017, di wilayah kerja Puskesmas Ulak Karang. Populasi adalah semua balita usia 12 - 59 bulan sebanyak 405 orang dengan jumlah sampel sebanyak 44 orang dan cara pengambilan sampel yaitu Proportional Random Sampling. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat kemudian diuji secara statistik chi-square dengan komputerisasi. Hasil penelitian didapatkan 25% responden memiliki penyimpangan perkembangan pada balita, 70,5% responden memiliki stimulasi kurang pada balita. Hasil uji statistik menggunakan uji chi-square didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan antara stimulasi dengan perkembangan balita. (p=0,023). Kesimpulan penelitian terdapat hubungan antara stimulasi dengan perkembangan Balita yang di pengaruhi beberapa faktor, salah satunya adalah stimulasi yang diberikan orang tua kepada anak balitanya. Disarankan kepada petugas kesehatan agar dapat memberikan penyuluhan ataupun informasi kepada keluarga yang memiliki balita agar memberikan stimulasi yang baik secara dini agar tidak terjadi penyimpangan perkembangan. Kata Kunci : Perkembangan Balita, Stimulasi Daftar Bacaan : 22 (2010-2016)
dc.formatText
dc.languageIndonesia
dc.publisherPoliteknik Kesehatan Kemenkes Padang
dc.relationhttp://pustaka.poltekkes-pdg.ac.id:80/repository/skripsi+ayu+prawita.pdf
dc.subjectStimulasi - Balita
dc.subjectNONE
dc.titleHubungan Stimulasi dengan Perkembangan Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Ulak Karang Tahun 2017
dc.hasVersion
dc.mediumText
dc.extentxii, 64 hlm.; 21 x 29 cm
dc.abstractAyu Prawita Hubungan Stimulasi dengan Perkembangan Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Ulak Karang Tahun 2017 xii + 64 halaman, 8 tabel + 13 lampiran ABSTRAK Menurut UNICEF terdapat 27,5 % angka kejadian gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak usia balita khususnya gangguan perkembangan motorik (halus dan kasar). Hal ini berkaitan dengan stimulasi yang diberikan orang tua. Tahun 2015 Cakupan stimulasi deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang (SDIDTK) pada balita di Provinsi Sumatera Barat mencapai 82% sedangkan untuk Kota Padang mencapai 92,2 %. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan stimulasi dengan perkembangan balita di wilayah kerja Puskesmas Ulak Karang tahun 2017. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari - Juni 2017 dan pengumpulan data dilakukan tanggal 30 Mei – 12 Juni 2017, di wilayah kerja Puskesmas Ulak Karang. Populasi adalah semua balita usia 12 - 59 bulan sebanyak 405 orang dengan jumlah sampel sebanyak 44 orang dan cara pengambilan sampel yaitu Proportional Random Sampling. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat kemudian diuji secara statistik chi-square dengan komputerisasi. Hasil penelitian didapatkan 25% responden memiliki penyimpangan perkembangan pada balita, 70,5% responden memiliki stimulasi kurang pada balita. Hasil uji statistik menggunakan uji chi-square didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan antara stimulasi dengan perkembangan balita. (p=0,023). Kesimpulan penelitian terdapat hubungan antara stimulasi dengan perkembangan Balita yang di pengaruhi beberapa faktor, salah satunya adalah stimulasi yang diberikan orang tua kepada anak balitanya. Disarankan kepada petugas kesehatan agar dapat memberikan penyuluhan ataupun informasi kepada keluarga yang memiliki balita agar memberikan stimulasi yang baik secara dini agar tidak terjadi penyimpangan perkembangan. Kata Kunci : Perkembangan Balita, Stimulasi Daftar Bacaan : 22 (2010-2016)
dc.hasPartSKRIPSIKB.1716


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record