Show simple item record

dc.creatorRezky Gustin Syuhada
dc.date2016
dc.date.accessioned2019-12-02T02:08:19Z
dc.date.available2019-12-02T02:08:19Z
dc.identifierhttp://pustaka.poltekkes-pdg.ac.id:80/index.php?p=show_detail&id=3769
dc.identifier
dc.identifier046 Rez A
dc.identifier.urihttp://r2kn.litbang.kemkes.go.id:8080/xmlui/handle/123456789/73984
dc.descriptionRezky Gustin Syuhada Asuhan Keperawatan pada By.S dengan Hiperbilirubinemia di Ruang Perinatologi IRNA Kebidanan dan anak RSUP Dr. M. Djamil Padang Isi : xii + 62 halaman + 8 lampiran ABSTRAK Hiperbilirubinemia merupakan suatu keadaan kegawatdaruratan yang sering terjadi pada bayi baru lahir, sebanyak 25-50% pada bayi cukup bulan dan 80% pada bayi dengan berat badan lahir rendah. Data yang ditemukan di RSUP Dr.M.Djamil Padang pada Januari 2016 ada enam bayi dengan hiperbilirubinemia. Kasus ini jika tidak ditangani dengat cepat dan tepat bisa menimbulkan berbagai komplikasi seperti gangguan pendengaran, kerusakan syaraf, retardasi mental bahkan kematian, sehingga butuh keterlibatan perawat dalam penanganannya. Tujuan dari penelitian ini untuk menerapkan asuhan keperawatan pada neonatus dengan hiperbilirubinemia. Jenis penelitian adalah deskriptif, dengan pendekatan studi kasus. Pasien yang diasuh adalah By.S dengan hiperbilirubinemia di ruangan perinatologi IRNA Kebidanan dan Anak RSUP Dr.M.Djamil Padang pada tanggal 24 Mei-6 Juni 2016. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah format pengkajian keperawatan neonatus dan alat pemeriksaan fisik. Proses analisis adalah dengan membandingkan semua temuan pada tahapan proses keperawatan dengan konsep dan teori keperawatan pada neonatus dengan hiperbilirubinemia. Hasil penelitian, tampak kuning pada seluruh tubuh bayi, kulit kering dan mengelupas di bagian kepala,dada dan kaki, bayi tampak tidur seharian. Terdapat empat diagnosis yang muncul dengan diagnosis utama yaitu ikterus neonatus berhubungan dengan usia kurang dari tujuh hari. Tindakan keperawatan yang dilakukan yaitu fototerapi dan manajemen menyusui. Evaluasi keperawatan setelah empat belas hari memberikan asuhan fungsi hati membaik dan tanda-tanda vital bayi dalam batas normal. Diharapkan perawat lebih mengoptimalkan mobilisasi pada bayi hiperbilirubinemia dengan masalah kerusakan integritas kulit dan memotivasi ibu tetap mempertahankan kontinuitas pemberian ASI dirumah. Kata Kunci : Asuhan keperawatan, hiperbilirubinemia Daftar pustaka : 17 (2005-2015)
dc.formatText
dc.languageIndonesia
dc.publisherPoliteknik Kesehatan Kemenkes Padang
dc.subjectHiperbilirubinemia
dc.subjectNONE
dc.titleAsuhan Keperawatan pada By.S dengan Hiperbilirubinemia di Ruang Perinatologi IRNA Kebidanan dan anak RSUP Dr. M. Djamil Padang
dc.hasVersion
dc.mediumText
dc.extentxii, 70 hlm.; 21 x 29 cm
dc.abstractRezky Gustin Syuhada Asuhan Keperawatan pada By.S dengan Hiperbilirubinemia di Ruang Perinatologi IRNA Kebidanan dan anak RSUP Dr. M. Djamil Padang Isi : xii + 62 halaman + 8 lampiran ABSTRAK Hiperbilirubinemia merupakan suatu keadaan kegawatdaruratan yang sering terjadi pada bayi baru lahir, sebanyak 25-50% pada bayi cukup bulan dan 80% pada bayi dengan berat badan lahir rendah. Data yang ditemukan di RSUP Dr.M.Djamil Padang pada Januari 2016 ada enam bayi dengan hiperbilirubinemia. Kasus ini jika tidak ditangani dengat cepat dan tepat bisa menimbulkan berbagai komplikasi seperti gangguan pendengaran, kerusakan syaraf, retardasi mental bahkan kematian, sehingga butuh keterlibatan perawat dalam penanganannya. Tujuan dari penelitian ini untuk menerapkan asuhan keperawatan pada neonatus dengan hiperbilirubinemia. Jenis penelitian adalah deskriptif, dengan pendekatan studi kasus. Pasien yang diasuh adalah By.S dengan hiperbilirubinemia di ruangan perinatologi IRNA Kebidanan dan Anak RSUP Dr.M.Djamil Padang pada tanggal 24 Mei-6 Juni 2016. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah format pengkajian keperawatan neonatus dan alat pemeriksaan fisik. Proses analisis adalah dengan membandingkan semua temuan pada tahapan proses keperawatan dengan konsep dan teori keperawatan pada neonatus dengan hiperbilirubinemia. Hasil penelitian, tampak kuning pada seluruh tubuh bayi, kulit kering dan mengelupas di bagian kepala,dada dan kaki, bayi tampak tidur seharian. Terdapat empat diagnosis yang muncul dengan diagnosis utama yaitu ikterus neonatus berhubungan dengan usia kurang dari tujuh hari. Tindakan keperawatan yang dilakukan yaitu fototerapi dan manajemen menyusui. Evaluasi keperawatan setelah empat belas hari memberikan asuhan fungsi hati membaik dan tanda-tanda vital bayi dalam batas normal. Diharapkan perawat lebih mengoptimalkan mobilisasi pada bayi hiperbilirubinemia dengan masalah kerusakan integritas kulit dan memotivasi ibu tetap mempertahankan kontinuitas pemberian ASI dirumah. Kata Kunci : Asuhan keperawatan, hiperbilirubinemia Daftar pustaka : 17 (2005-2015)
dc.hasPartKTIKP.1646


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record