Show simple item record

dc.creatorReza Putri
dc.date2015
dc.date.accessioned2019-12-02T02:14:08Z
dc.date.available2019-12-02T02:14:08Z
dc.identifierhttp://pustaka.poltekkes-pdg.ac.id:80/index.php?p=show_detail&id=2947
dc.identifier
dc.identifier
dc.identifier.urihttp://r2kn.litbang.kemkes.go.id:8080/xmlui/handle/123456789/74793
dc.descriptionKarya Tulis Ilmiah, Juni 2015 Reza Putri Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Tingkat Konsumsi Purin Dengan Kejadian Hiperurisemia Pada Lansia Di Posyandu Lansia Rw 05, 06 dan 07 Kelurahan Kuranji Wilayah Kerja Puskesmas Belimbing Kota Padang Tahun 2015 Vii +58 halaman, 11 tabel, 2 gambar, 8 lampiran ABSTRAK Masalah gizi lansia merupakan faktor risiko timbulnya penyakit degeneratif seperti penyakit sendi yang disebabkan oleh hiperurisemia. Hiperurisemia dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan tingkat konsumsi purin. Prevalensi Penyakit sendi di Puskesmas Belimbing 3 tahun terakhir ini terus mengalami peningkatan terakhir pada Tahun 2013 yaitu 19,2%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan tingkat konsumsi purin dengan kejadian hiperurisemia pada lansia di Posyandu Lansia RW 05 , 06 dan 07 Kelurahan Kuranji wilayah kerja Puskemas Belimbing Kota Padang Tahun 2015. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross-sectional study, Penelitian ini dilaksanakan mulai dari September 2014 sampai dengan Juni 2015. Populasi sekaligus subjek dalam penelitian ini adalah lansia yang berumur 60-70 tahun berjumlah 37 orang. Kejadian Hiperurisemia diukur dengan alat ukur kadar asam urat darah digital, tingkat pengetahuan diukur dengan wawancara menggunakan daftar pertanyaan dan tingkat konsumsi purin diukur dengan wawacara SQ-FFQ makanan sumber purin. Data diolah secara univariat dan bivariat menggunakan Uji chi square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa lansia yang mengalami hiperurisemia sebanyak 29,7%, lansia dengan tingkat pengetahuan yang kurang sebanyak 45,9%, dan lansia dengan tingkat konsumsi purin sedang sebanyak 16,6%. Hasil uji chi square menunjukan terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dan tingkat konsumsi purin dengan kejadian hiperurisemia dengan p= 0,013 dan p=0,005. Disarankan kepada lansia agar lebih menjaga pola makan (konsumsi purin) dan meningkatkan pengetahuan mengenai hiperurisemia agar dapat menjaga kadar asam urat tetap normal. Untuk peneliti selanjutnya agar meneliti variabel yang belum diteliti seperti asupan lemak dan aktivitas fisik. Kata Kunci (Key Word) : Kadar Asam Urat, Tingkat Pengetahuan, Asupan Purin Daftar Pustaka 26 (2003-2014)
dc.formatText
dc.languageIndonesia
dc.publisherPoliteknik Kesehatan Kemenkes Padang
dc.relationhttp://pustaka.poltekkes-pdg.ac.id:80/repository/KTI.pdf
dc.subjectAsupan Purin
dc.subjectNONE
dc.titleHubungan Tingkat Pengetahuan Dan Tingkat Konsumsi Purin Dengan Kejadian Hiperurisemia Pada Lansia Di Posyandu Lansia Rw 05, 06 dan 07 Kelurahan Kuranji Wilayah Kerja Puskesmas Belimbing Kota Padang Tahun 2015
dc.hasVersion
dc.mediumText
dc.extentvii, 79 hlm.; 21 x 29 cm
dc.abstractKarya Tulis Ilmiah, Juni 2015 Reza Putri Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Tingkat Konsumsi Purin Dengan Kejadian Hiperurisemia Pada Lansia Di Posyandu Lansia Rw 05, 06 dan 07 Kelurahan Kuranji Wilayah Kerja Puskesmas Belimbing Kota Padang Tahun 2015 Vii +58 halaman, 11 tabel, 2 gambar, 8 lampiran ABSTRAK Masalah gizi lansia merupakan faktor risiko timbulnya penyakit degeneratif seperti penyakit sendi yang disebabkan oleh hiperurisemia. Hiperurisemia dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan tingkat konsumsi purin. Prevalensi Penyakit sendi di Puskesmas Belimbing 3 tahun terakhir ini terus mengalami peningkatan terakhir pada Tahun 2013 yaitu 19,2%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan tingkat konsumsi purin dengan kejadian hiperurisemia pada lansia di Posyandu Lansia RW 05 , 06 dan 07 Kelurahan Kuranji wilayah kerja Puskemas Belimbing Kota Padang Tahun 2015. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross-sectional study, Penelitian ini dilaksanakan mulai dari September 2014 sampai dengan Juni 2015. Populasi sekaligus subjek dalam penelitian ini adalah lansia yang berumur 60-70 tahun berjumlah 37 orang. Kejadian Hiperurisemia diukur dengan alat ukur kadar asam urat darah digital, tingkat pengetahuan diukur dengan wawancara menggunakan daftar pertanyaan dan tingkat konsumsi purin diukur dengan wawacara SQ-FFQ makanan sumber purin. Data diolah secara univariat dan bivariat menggunakan Uji chi square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa lansia yang mengalami hiperurisemia sebanyak 29,7%, lansia dengan tingkat pengetahuan yang kurang sebanyak 45,9%, dan lansia dengan tingkat konsumsi purin sedang sebanyak 16,6%. Hasil uji chi square menunjukan terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dan tingkat konsumsi purin dengan kejadian hiperurisemia dengan p= 0,013 dan p=0,005. Disarankan kepada lansia agar lebih menjaga pola makan (konsumsi purin) dan meningkatkan pengetahuan mengenai hiperurisemia agar dapat menjaga kadar asam urat tetap normal. Untuk peneliti selanjutnya agar meneliti variabel yang belum diteliti seperti asupan lemak dan aktivitas fisik. Kata Kunci (Key Word) : Kadar Asam Urat, Tingkat Pengetahuan, Asupan Purin Daftar Pustaka 26 (2003-2014)
dc.hasPartKTIGZ.1586


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record