Show simple item record

dc.creatorSri Susi Ayuni
dc.date2015
dc.date.accessioned2019-12-02T02:14:12Z
dc.date.available2019-12-02T02:14:12Z
dc.identifierhttp://pustaka.poltekkes-pdg.ac.id:80/index.php?p=show_detail&id=2936
dc.identifier
dc.identifier
dc.identifier.urihttp://r2kn.litbang.kemkes.go.id:8080/xmlui/handle/123456789/74804
dc.descriptionKarya Tulis Ilmiah, Juni 2015 Sri Susi Ayuni Hubungan Tingkat Keragaman dan Kecukupan Konsumsi Pangan dengan Status Gizi Siswa SMAN 2 Pariaman Tahun 2015 Vii+58 halaman, 14 tabel, 4 gambar, 7 lampiran ABSTRAK Remaja merupakan periode rentan gizi karena remaja memerlukan zat gizi yang lebih tinggi dalam peningkatan pertumbuhan fisik dan perkembangan yang dramatis, terjadi perubahan gaya hidup dan kebiasaan makan serta peningkatan aktifitas fisik pada remaja. Prevalensi status gizi remaja usia 16-18 tahun di Sumatera Barat sebesar 10,1% (sangat kurus dan kurus) dan gemuk sebesar 1,5%. SMAN 2 Pariman merupakan sekolah dengan status gizi kurang tertinggi di Pariaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keragaman dan kecukupan konsumsi pangan dengan status gizi siswa SMAN 2 Pariaman Tahun 2015. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Populasi berjumlah 289 siswa dengan jumlah sampel 73 siswa dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sistem simple random sampling. Data primer berupa data antropometri yang diperoleh dengan cara melakukan pengukuran BB dan TB, keragaman, dan kecukupan konsumsi dengan cara wawancara menggunakan format SQ-FFQ. Data sekunder berupa gambaran umum siswa dan sekolah. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi-Square dengan confidence limit 95%. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 13,7% responden dengan status gizi kurang (sangat kurus dan kurus) dan 6,8% gizi lebih (gemuk), 49,3% dengan konsumsi tidak beragam, 67,1% konsumsi energi kurang, dan 63,0% konsumsi protein kurang. Disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara keragaman konsumsi dan kecukupan protein dengan status gizi (p=1.00) dan (p=0,735) dan adanya hubungan yang bermakna antara kecukupan energi dengan status gizi (p= 0,025). Disarankan bagi remaja untuk mengkonsumsi makanan yang beragam dan cukup dengan meningkatkan konsumsi umbi-umbian, lauk hewani, sayur dan buah sesuai anjuran. Kata Kunci : Status Gizi Remaja; keragaman konsumsi; kecukupan konsumsi Daftar Pustaka (35) (2001-2014)
dc.formatText
dc.languageIndonesia
dc.publisherPoliteknik Kesehatan Kemenkes Padang
dc.relationhttp://pustaka.poltekkes-pdg.ac.id:80/repository/Jurnal+Gabungan+KTI+Sri+Susi+Ayuni+Gizi+2015.pdf
dc.subjectStatus Gizi Remaja
dc.subjectNONE
dc.titleHubungan Tingkat Keragaman dan Kecukupan Konsumsi Pangan dengan Status Gizi Siswa SMAN 2 Pariaman Tahun 2015
dc.hasVersion
dc.mediumText
dc.extentvii, 93 hlm.; 21 x 29 cm
dc.abstractKarya Tulis Ilmiah, Juni 2015 Sri Susi Ayuni Hubungan Tingkat Keragaman dan Kecukupan Konsumsi Pangan dengan Status Gizi Siswa SMAN 2 Pariaman Tahun 2015 Vii+58 halaman, 14 tabel, 4 gambar, 7 lampiran ABSTRAK Remaja merupakan periode rentan gizi karena remaja memerlukan zat gizi yang lebih tinggi dalam peningkatan pertumbuhan fisik dan perkembangan yang dramatis, terjadi perubahan gaya hidup dan kebiasaan makan serta peningkatan aktifitas fisik pada remaja. Prevalensi status gizi remaja usia 16-18 tahun di Sumatera Barat sebesar 10,1% (sangat kurus dan kurus) dan gemuk sebesar 1,5%. SMAN 2 Pariman merupakan sekolah dengan status gizi kurang tertinggi di Pariaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keragaman dan kecukupan konsumsi pangan dengan status gizi siswa SMAN 2 Pariaman Tahun 2015. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Populasi berjumlah 289 siswa dengan jumlah sampel 73 siswa dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sistem simple random sampling. Data primer berupa data antropometri yang diperoleh dengan cara melakukan pengukuran BB dan TB, keragaman, dan kecukupan konsumsi dengan cara wawancara menggunakan format SQ-FFQ. Data sekunder berupa gambaran umum siswa dan sekolah. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi-Square dengan confidence limit 95%. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 13,7% responden dengan status gizi kurang (sangat kurus dan kurus) dan 6,8% gizi lebih (gemuk), 49,3% dengan konsumsi tidak beragam, 67,1% konsumsi energi kurang, dan 63,0% konsumsi protein kurang. Disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara keragaman konsumsi dan kecukupan protein dengan status gizi (p=1.00) dan (p=0,735) dan adanya hubungan yang bermakna antara kecukupan energi dengan status gizi (p= 0,025). Disarankan bagi remaja untuk mengkonsumsi makanan yang beragam dan cukup dengan meningkatkan konsumsi umbi-umbian, lauk hewani, sayur dan buah sesuai anjuran. Kata Kunci : Status Gizi Remaja; keragaman konsumsi; kecukupan konsumsi Daftar Pustaka (35) (2001-2014)
dc.hasPartKTIGZ.1578


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record