Show simple item record

dc.creatorLestari Suryaningsih
dc.date2015
dc.date.accessioned2019-12-02T02:14:15Z
dc.date.available2019-12-02T02:14:15Z
dc.identifierhttp://pustaka.poltekkes-pdg.ac.id:80/index.php?p=show_detail&id=2930
dc.identifier
dc.identifier
dc.identifier.urihttp://r2kn.litbang.kemkes.go.id:8080/xmlui/handle/123456789/74810
dc.descriptionKarya Tulis Ilmiah, Juli 2015 Lestari Suryaningsih Hubungan Pola Makan dengan Status Gizi Remaja di SMP N 7 Padang Tahun 2015 vi + 54 halaman + 16 tabel + 8 lampiran ABSTRAK Banyak faktor yang mempengaruhi status gizi remaja diantaranya adalah pola makan yang mencakup jumlah asupan, jenis sumber makanan, dan frekuensi makan. Berdasarkan hasil skrining Dinas Kesehatan Kota Padang tahun 2012, prevalensi angka kekurusan di Kota Padang pada anak SMP yaitu sebesar 12,6%. Sedangkan pada tahun 2013, prevalensi angka kekurusan di SMP N 7 Padang sebesar 43,34%. Penelitian ini mengkaji hubungan pola makan dengan status gizi remaja di SMP N 7 Padang. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional dimana variabel indipendennya adalah pola makan sedangkan variabel dependennya adalah status gizi. Penelitian dilakukan bulan September 2014 sampai bulan Juni 2015. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 256 orang dan sampel berjumlah 69 orang. Data berat badan dan tinggi badan diukur menggunakan timbangan analitik dan microtoice. Data pola makan menggunakan format Semy Quantitative Food Frequency. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian diperoleh bahwa prevalensi status gizi kurus pada siswa di SMP N 7 Padang adalah 18,8%, siswa dengan jenis makanan tidak beragam sebanyak 31,9%, siswa dengan asupan energi kurang sebanyak 17,4%, asupan protein kurang sebanyak 17,4%, asupan lemak kurang sebanyak 37,7%, asupan karbohidrat kurang sebanyak 15,9%, dan siswa dengan frekuensi makan kurang sebanyak 63,8%. Terdapat hubungan yang bermakna antara pola makan, jenis makanan, jumlah asupan, dan frekuensi makan dengan status gizi. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah bahwa pola makan dapat mempengaruhi status gizi. Disarankan kepada pihak sekolah SMP N 7 Padang perlu meningkatkan kegiatan UKS khususnya promosi dan penyuluhan tentang gizi seimbang pada remaja sehingga pengetahuan siswa tentang gizi menjadi lebih baik. Selain itu disarankan juga kepada orang tua agar lebih memperhatikan status gizi dan asupan anak. Kata kunci : Status gizi, jenis makanan, jumlah asupan (energi, protein, lemak, karbohidrat), frekuensi makan. Daftar Pustaka 37 (2001-2014)
dc.formatText
dc.languageIndonesia
dc.publisherPoliteknik Kesehatan Kemenkes Padang
dc.relationhttp://pustaka.poltekkes-pdg.ac.id:80/repository/karya+tulis+ilmiah.pdf
dc.subjectStatus Gizi
dc.subjectNONE
dc.titleHubungan Pola Makan dengan Status Gizi Remaja di SMP N 7 Padang Tahun 2015
dc.hasVersion
dc.mediumText
dc.extentvi, 78 hlm.; 21 x 29 cm
dc.abstractKarya Tulis Ilmiah, Juli 2015 Lestari Suryaningsih Hubungan Pola Makan dengan Status Gizi Remaja di SMP N 7 Padang Tahun 2015 vi + 54 halaman + 16 tabel + 8 lampiran ABSTRAK Banyak faktor yang mempengaruhi status gizi remaja diantaranya adalah pola makan yang mencakup jumlah asupan, jenis sumber makanan, dan frekuensi makan. Berdasarkan hasil skrining Dinas Kesehatan Kota Padang tahun 2012, prevalensi angka kekurusan di Kota Padang pada anak SMP yaitu sebesar 12,6%. Sedangkan pada tahun 2013, prevalensi angka kekurusan di SMP N 7 Padang sebesar 43,34%. Penelitian ini mengkaji hubungan pola makan dengan status gizi remaja di SMP N 7 Padang. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional dimana variabel indipendennya adalah pola makan sedangkan variabel dependennya adalah status gizi. Penelitian dilakukan bulan September 2014 sampai bulan Juni 2015. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 256 orang dan sampel berjumlah 69 orang. Data berat badan dan tinggi badan diukur menggunakan timbangan analitik dan microtoice. Data pola makan menggunakan format Semy Quantitative Food Frequency. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian diperoleh bahwa prevalensi status gizi kurus pada siswa di SMP N 7 Padang adalah 18,8%, siswa dengan jenis makanan tidak beragam sebanyak 31,9%, siswa dengan asupan energi kurang sebanyak 17,4%, asupan protein kurang sebanyak 17,4%, asupan lemak kurang sebanyak 37,7%, asupan karbohidrat kurang sebanyak 15,9%, dan siswa dengan frekuensi makan kurang sebanyak 63,8%. Terdapat hubungan yang bermakna antara pola makan, jenis makanan, jumlah asupan, dan frekuensi makan dengan status gizi. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah bahwa pola makan dapat mempengaruhi status gizi. Disarankan kepada pihak sekolah SMP N 7 Padang perlu meningkatkan kegiatan UKS khususnya promosi dan penyuluhan tentang gizi seimbang pada remaja sehingga pengetahuan siswa tentang gizi menjadi lebih baik. Selain itu disarankan juga kepada orang tua agar lebih memperhatikan status gizi dan asupan anak. Kata kunci : Status gizi, jenis makanan, jumlah asupan (energi, protein, lemak, karbohidrat), frekuensi makan. Daftar Pustaka 37 (2001-2014)
dc.hasPartKTIGZ.1569


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record