Show simple item record

dc.contributorid-ID
dc.creatorOemiati, Ratih; Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan
dc.creatorRahajeng, Ekowati; Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
dc.creatorKristanto, Antonius Yudi; Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
dc.date2012-07-10
dc.date.accessioned2019-12-16T09:20:50Z
dc.date.available2019-12-16T09:20:50Z
dc.identifierhttp://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/BPK/article/view/56
dc.identifier10.22435/bpk.v39i4 Des.56.190-204
dc.identifier.urihttp://r2kn.litbang.kemkes.go.id:8080/handle/123456789/80006
dc.descriptionpenyakit kanker merupakan penyebab kematian utama kedua yang memberikan kontribusi 13 % kematian dari 22 % kematian akibat penyakit tidak menular utama di dunia. (I) Masalah penyakit kanker di Indonesia antara lain hampir 70% penderita penyakit ini ditemukan dalam keadaan stadium yang sudah lanjut. (2) Kenyataan yang ada antara lain sebagian besar kanker payudara yang berobat ke RS/dokter sudah dalam keadaan stadium lanjut (>50%). (3) Berdasarkan laporan dari salah satu rumah sakit di Indonesia (tahun 1968) diketahui bahwa kanker payudara hanya 22% sudah stadium operabel (Portman stadium I-II) dan 78% kanker payudara stadium inoperabel (Portman III-IV). (4) Sementara Tjindarbumi (1984) mencatat bahwa stadium operabel 30-35%; dan inoperabel (lanjut) 65-70% dan selanjutnya Ramli (1991) me lap orkan bahwa stadium operabel sudah 42% dan inoperabel 58%. Demikian pula hasil Collaborative Study Indonesia Jepang tentang epidemiologi kanker payudara sebagai berikut: stadium I 2%, stadium II 16%, stadium IlIa 23%, stadium IIIb 40% dan stadium IV 19%. (5, 6) Dampak Penyakit Tidak Menular khususnya penyakit kanker terhadap ke-tahanan sumber daya manusia sangat besar karena selain merupakan penyebab kematian dan kesakitan juga menurunkan produktivitas. Angka kesakitan dan kematian tersebut sebagian besar terjadi pada penduduk dengan sosial ekonomi menengah ke bawah. Di Indonesia penyakit kanker merupakan urutan ke 6 dari pola penyakit nasional. Setiap tahunnya 100 kasus baru terjadi diantara 100.000 penduduk. (7) Meningkatnya pengguna rokok (57 juta orang), konsumsi alkohol, kegemukan atau 0 besitas dan kurangnya aktifitas fisik/olahraga juga berperan dalam peningkatan angka kejadian kanker di Indonesia. (8) Kanker merupakan penyakit dengan penyebab multifactor yang terbentuk dalam jangka waktu yang lama dan mengalami kemajuan melalui stadium yang berbeda-beda. (9) Faktor nutrisi merupakan salah satu aspek yang sangat penting, yang kompleks dan sangat dikaitkan dengan proses patologis kanker. Secara umum total asupan berbagai lemak (yaitu tipe yang berbeda-beda dari makanan yang berlemak) bisa dihubung-kan dengan peningkatan insiden beberapa kanker utama misalnya kanker payudara, colon, pro stat, ovarium, endometrium dan pancreas. (10, 11) Disamping itu obesitas juga meningkatkan risiko untuk kanker dan aktivitas fisik merupakan determinan utama dari pengeluaran energi akan mengurangi risiko. (12) Faktor gaya hidup antara lain merokok, diet, konsumsi alcohol, reproduksi (hamil, menyusui, umur pertama menstruasi, menopause), obesitas dan kurangnya aktivitas fisik diduga sebagai kontributor utama per-tumbuhan kanker. Dari kajian literatur terlihat beberapa faktor risiko penyakit kanker antara lain; merokok dan faktor gaya hidup (khususnya konsumsi sayur dan buah serta aktivitas fisik ) merupakan faktor risiko kanker. (14) Hal ini diperjelas dengan per-nyataan Ray (2005) yang mengatakan bahwa asupan buah dan sayur yang tinggi akan menurunkan risiko kanker. (15). Alkohol adalah faktor risiko untuk tumor dan saluran pencemaan atas, kanker hati dan kanker co lonrectal, jumlah sedikit (small amount) akan meningkatkan risiko kanker payudara. (16) Disamping itu total asupan lemak berkaitan dengan peningkatan penyakit kanker seperti payudara, colon dan prostat. (17) Sementara itu peneliti lain menyebutkan bahwa peningkatan prevalensi dyslipidemia/hypercho lesterol akan meningkatkan kasus kanker payudara. (18) Pemyataan ini didukung oleh ahli lain bahwa asupan lemak jenuh dan juga alkohol akan meningkatkan kejadian penyakit kanker. Kajian demografi menyatakan bahwa insiden kanker payudara terjadi pada umur kurang 20 tahun, pada kelompok ras Kaukasus peningkatan kasus terjadi pada kelompok umur 50-59 tahun. (21) Peningkatan kasus kanker korelasi dengan perubahan demografi, so sial ekonomi, psychososial yang akan meningkatan morbiditas dan mortalitas kanker. (22) Sedangkan insidens kanker meningkat di negara berkembang dan akan meningkat di daerah perkotaan dibandingkan daerah pedesaan. In Indonesia cancer problems was found in late stadium (70%). It has analyzed data from Riskesdas 2007-2008 to get information of prevalence by province in Indonesia, to explore odds ratio of demographic pattern and risk factors of cancer disease. Data was analyzed by descriptive and bi variate. This study showed that the highest prevalence of tumor by province was Daerah Istimewa Yogyakarta (9.66%0) and the lowest was Maluku (1.95%0). Ovarium and cervical cancer were the highest risk and blood cancer was lowest risk. Cases of cancer gave twice risk for mental health. Analyzed data of demographic proved that age influenced to cancer. Meanwhile women had twice risk in cancer than man. Beside rural area gave high risk than urban area, odds ratio in economic statue and also education rose from lowest to highest. Result of occupation analyzed exhibited that the highest odds ratio in sector of farming, fisherman and labor. Risk factors analyzed showed that Odds ratio arose up from smoking everyday category, sometimes smoking, and smoking former. According to alcohol consumption for last one year or last month was no significant. Correlation between physical activity and cancer cases had protective result. Measurement in body mass index (BM!) with WHO criteria showed that someone who had obesity especially in abdominal obesity would cause highest risk cancer than they were slim. BMI also showed had correlation to cancer disease.id-ID
dc.formatapplication/pdf
dc.languageid
dc.publisherBadan Penelitian dan Pengembangan Kesehatanen-US
dc.rightsThe Authors submitting a manuscript do so on the understanding that if accepted for publication, copyright of the article shall be assigned to Buletin Penelitian Kesehatan (Bulletin of Health Research) and Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (National Institute of Health Research and Development) as publisher of the journal.Copyright encompasses exclusive rights to reproduce and deliver the article in all form and media, including reprints, photographs, microfilms and any other similar reproductions, as well as translations. The reproduction of any part of this journal, its storage in databases and its transmission by any form or media, such as electronic, electrostatic and mechanical copies, photocopies, recordings, magnetic media, etc. , will be allowed only with a written permission from Buletin Penelitian Kesehatan (Bulletin of Health Research) and Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (National Institute of Health Research and Development).Buletin Penelitian Kesehatan (Bulletin of Health Research) and Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (National Institute of Health Research and Development), the Editors and the Advisory International Editorial Board make every effort to ensure that no wrong or misleading data, opinions or statements be published in the journal.
dc.sourceBuletin Penelitian Kesehatan; Vol 39, No 4 Des (2011); 190-204en-US
dc.subjectid-ID
dc.subjectTumor, Riskesdas 2007, Demografi, Faktor Risikoid-ID
dc.subjectid-ID
dc.titlePREVALENSI TUMOR DAN BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA DI INDONESIAid-ID
dc.typeid-ID
dc.typeen-US


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record