Show simple item record

dc.contributorBADAN LITBANGKES KEMENKESid-ID
dc.creatorSeregeg, IG.; Sub-Division of Entomology, National Institute of Health Research and Development, Jakarta, Indonesia
dc.creatorSuzuki, T.; Entomologist, WHO Vector Biology and Control Research Unit No.2, Jakarta, Indonesia
dc.date2012-09-13
dc.date.accessioned2019-12-16T09:28:37Z
dc.date.available2019-12-16T09:28:37Z
dc.identifierhttp://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/BPK/article/view/434
dc.identifier10.22435/bpk.v16i2 Jun.434.
dc.identifier.urihttp://r2kn.litbang.kemkes.go.id:8080/handle/123456789/80335
dc.descriptionSuatu uji coba lapangan penggunaan larvisida OMS-971a (chlorpyrifos) dan OMS-786b (temephos) dalam formulasi lepas terkendali (controlled release formulation = CRF) terhadap larva Culex quinquefasciatus telah dilakukan dalam selokan-selokan di Kampung Sunter, Jakarta Utara. Tidak ada penurunan yang nyata baik kerapatan larva maupun kerapatan pupa, segera setelah penebaran larvisida tersebut dalam dosis 1 ppm. Akan tetapi penurunan kerapatan larva baru terlihat selama satu sampai dua bulan sesudah penebaran. Pada penelitian ini chlorpyrifos terlihat sedikit lebih berpengaruh (effective) dibandingkan dengan temephos. Pengaruh dari temephos" sa'nd granules" sebagai formulasi pem­banding hanya berlangsung paling lama satu minggu, pada penggunaan dosis sebesar lppm. Keadaan dasar selokan dengan endapan lumpur yang tebal diperkirakan telah melumpuhkan daya kerja temephos SG, yang langsung tenggelam ke dasar selokan setelah penebaran. Hal ini berbeda dengan formulasi chlorpyrifos dan temephos yang bersifat lepas terkendali (CRF), berada dalam suatu keadaan yang tetap mengapung di atas permukaan air. Chlorpyrifos dapat memberikan daya kendali terhadap larva sebesar 70 - 94% pada minggu ke 5-8 dan terhadap pupa sebesar 87% pada minggu ke 6 dan 92% pada minggu ke 7. Temephos CRF memberikan daya kendali terhadap larva sebesar 90-96 % pada minggu ke 4-8 dan menurun menjadi 75-96% pada minggu ke 8-9.id-ID
dc.formatapplication/pdf
dc.languageid
dc.publisherBadan Penelitian dan Pengembangan Kesehatanen-US
dc.rightsThe Authors submitting a manuscript do so on the understanding that if accepted for publication, copyright of the article shall be assigned to Buletin Penelitian Kesehatan (Bulletin of Health Research) and Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (National Institute of Health Research and Development) as publisher of the journal.Copyright encompasses exclusive rights to reproduce and deliver the article in all form and media, including reprints, photographs, microfilms and any other similar reproductions, as well as translations. The reproduction of any part of this journal, its storage in databases and its transmission by any form or media, such as electronic, electrostatic and mechanical copies, photocopies, recordings, magnetic media, etc. , will be allowed only with a written permission from Buletin Penelitian Kesehatan (Bulletin of Health Research) and Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (National Institute of Health Research and Development).Buletin Penelitian Kesehatan (Bulletin of Health Research) and Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (National Institute of Health Research and Development), the Editors and the Advisory International Editorial Board make every effort to ensure that no wrong or misleading data, opinions or statements be published in the journal.
dc.sourceBuletin Penelitian Kesehatan; Vol 16, No 2 Jun (1988)en-US
dc.subjectHealth; Kesehatanid-ID
dc.subjectChlorpyrifos; Temephos; Culex Quinquefasciatusid-ID
dc.subjectid-ID
dc.titleA FIELD CONTROL TRIAL OF CULEX QUINQUEFASCIATUS LARVAE BY POLYMER FORMULATIONS OF OMS-786 AND OMS-971 IN JAKARTAid-ID
dc.typeid-ID
dc.typeen-US


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record